

Bandar Lampung – Rabu, 14 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan program kerja pembuatan lubang biopori di Kelurahan Kampung Baru Raya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya konkret dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya genangan air dan pengelolaan sampah organik di wilayah permukiman warga.
Sebanyak delapan lubang biopori dibuat dan tersebar di dua lingkungan yang dinilai memiliki tingkat resapan air tanah yang rendah. Pemilihan titik biopori dilakukan berdasarkan hasil observasi lapangan serta masukan dari ketua lingkungan setempat, terutama pada area yang kerap mengalami genangan saat hujan dan minim ruang terbuka hijau.
Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pembuatan biopori, tetapi juga menjadi bentuk kritik terhadap masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya sistem resapan air alami. Minimnya pemanfaatan biopori menunjukkan bahwa solusi lingkungan sederhana dan berbiaya rendah belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam pengelolaan lingkungan permukiman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berupaya mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar serta tidak sepenuhnya bergantung pada solusi jangka pendek seperti saluran drainase semata. Biopori diharapkan mampu meningkatkan daya serap tanah, mengurangi risiko banjir, serta menjadi media pengolahan sampah organik rumah tangga.
Kegiatan pembuatan lubang biopori ini diharapkan tidak berhenti sebagai program simbolis KKN semata, melainkan dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat dan pihak kelurahan sebagai langkah berkelanjutan dalam menjaga kualitas lingkungan di Kelurahan Kampung Baru Raya.
