Bandar Lampung, 21 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) yang bertugas di Kelurahan Way Halim Permai kembali menunjukkan semangat aktif dalam menggali potensi wilayah. Kali ini, mereka melakukan kunjungan lapangan ke salah satu unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal berupa pabrik tahu tradisional milik warga, yang juga sedang mempersiapkan pembukaan kafe modern bernuansa lokal yang akan Agustus diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2025 mendatang.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin pagi (21/7) ini juga didampingi langsung oleh Lurah Way Halim Permai, Bapak Syarifudin, A.Md , yang secara terbuka memberikan dukungan terhadap kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku UMKM sebagai bentuk nyata penguatan ekonomi lokal.
UMKM yang Bertumbuh dari Dapur Rumah Hingga ke Cafe Mandiri
Usaha pabrik tahu yang dikunjungi milik seorang warga Way Halim Permai yang telah merintis bisnis tahu selama bertahun-tahun. Berawal dari produksi rumahan dengan peralatan sederhana, kini usaha tersebut telah berkembang menjadi salah satu produsen tahu skala mikro yang mampu memasok produk ke beberapa pasar tradisional dan warung makan di seputaran Bandar Lampung.
Yang lebih mengagumkan, pemilik usaha tak berhenti di satu titik. Ia kini tengah mempersiapkan pembukaan sebuah cafe yang memadukan beberapa makanan khas Bandung dengan minuman kekinian, sebagai bentuk diversifikasi usaha sekaligus menciptakan tempat nongkrong yang sehat dan terjangkau bagi masyarakat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa tahu bukan hanya makanan kampung. Kita bisa olah jadi sesuatu yang punya nilai ekonomi dan daya tarik, khususnya untuk anak muda,” tutur pemilik usaha di hadapan mahasiswa dan Lurah.
Mahasiswa Belajar Langsung: Dari Proses Produksi hingga Strategi Branding
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya melihat proses produksi tahu dari awal hingga jadi, tetapi juga berdiskusi langsung dengan pemilik usaha mengenai strategi pemasaran, tantangan UMKM, manajemen keuangan, dan rencana pengembangan usaha .
Bagi pelajar, ini bukan sekadar observasi biasa. Mereka menggali peluang kerja yang sama, seperti pembuatan video profil usaha , pembuatan label kemasan produk yang lebih menarik , hingga penyusunan strategi promosi digital sederhana melalui media sosial .
“Kami sangat terinspirasi. Ternyata di balik tahu yang kita makan sehari-hari, ada perjuangan, inovasi, dan semangat wirausaha yang besar,” kata Agita, Mahasiswa KKN Unila bidang Humas di Kelurahan Way Halim Permai.
Lurah Apresiasi Inisiatif dan Dorong Sinergi Lebih Luas
Lurah Way Halim Permai, Syarifudin, menyampaikan apresiasi besar atas langkah aktif mahasiswa yang tidak hanya menjalankan program di atas kertas, tetapi benar-benar turun ke lapangan dan terlibat dalam dinamika masyarakat.
“Mahasiswa seperti inilah yang kami butuhkan. Tidak sekedar membuat formalitas program, tapi juga memperkuat potensi lokal, memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha kecil di lingkungan kami,” ucapnya.
Syarifudin juga berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, pelaku UMKM, dan mahasiswa dapat dikembangkan ke level yang lebih luas, seperti pembentukan komunitas UMKM pemula yang bisa difasilitasi oleh mahasiswa melalui pelatihan sederhana.
Cafe Buka 8 Agustus: Harapan Baru untuk Ekonomi Lokal
Kafe yang sedang disiapkan ini rencananya akan diresmikan pada 8 Agustus 2025 , bertepatan dengan momen Hari UMKM Nasional. Lokasinya bersebrangan langsung dengan rumah produksi tahu, sehingga pelanggan yang tertarik dapat melihat bahkan membeli tahu mentah hasil produksi yang baru saja matang.
Mahasiswa juga berencana mendampingi pembukaan cafe ini dengan mengadakan soft launching dan kegiatan pengenalan produk melalui media sosial serta peliputan konten promosi . Bahkan, salah satu mahasiswa dari jurusan Teknologi Pangan akan membantu memancarkan kualitas penyajian dan standar kebersihan produksi sebagai bentuk kontribusi ilmiah langsung.

Inspirasi dan Nilai Pengabdian
Kunjungan ini tidak hanya memberi wawasan kewirausahaan bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat nilai-nilai pengabdian yang menjadi ruh dari program KKN. Siswa belajar langsung dari masyarakat, dan masyarakat terbuka terhadap kolaborasi, menciptakan hubungan timbal balik yang produktif.
“Ini jadi pelajaran berharga. Ternyata, pengabdian itu bukan sekedar memberi penyuluhan. Tapi mendengar, memahami, dan ikut mendorong perubahan nyata dari sisi yang paling kecil, dari sepotong tahu hingga jadi café yang penuh semangat lokal,” ujar Bagus, anggota KKN dari Fakultas Ekonomi.
Dengan semangat kolaboratif dan niat baik yang menyatu, kunjungan ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam skala besar, tetapi bisa dimulai dari langkah sederhana yang dikerjakan dengan hati . Dan dari tahu, cerita pengabdian ini terus bergulir — menuju kafe, dan menuju masa depan ekonomi lokal yang lebih cerah.
