Bandar Lampung, 2 Januari 2026 – Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat yang wajib diikuti mahasiswa Universitas Lampung (Unila) sebagai bagian dari kurikulum. Kegiatan pembekalan sebelum pra-KKN bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa secara teoritis dan praktis sebagai langkah awal sebelum memasuki tahap pra-KKN, yang kemudian diikuti dengan pelaksanaan KKN di desa Gedong Air, Bandar Lampung. Kegiatan pembekalan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tujuan, mekanisme, dan etika KKN, serta melatih mahasiswa dalam perencanaan program pengabdian masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan desa. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja tim, dan adaptasi di lingkungan pedesaan, sambil menyampaikan informasi penting tentang administrasi, logistik, dan keselamatan selama KKN.
Kegiatan pembekalan sebelum pra-KKN dilaksanakan di kampus Universitas Lampung pada tanggal 2 Januari 2026, dimulai pukul 08.00 WIB, dibuka oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Ir. Solikhin, M.P., dan di hadiri oleh anggota kelompok. Pembekalan ini membahas agenda kegiatan mulai dari pra-kkn sampai pelaksanaan kkn. Dosen pembimbing memberikan informasi bahwa pra-kkn dilaksanakan pada tanggal 5 januari 2026, dan diajak untuk melakukan koordinasi intensif dengan pihak kelurahan guna memastikan sinergi antara program KKN dan kebutuhan lokal, termasuk diskusi tentang potensi kolaborasi dalam pengembangan desa.
Selanjutnya, pembahasan beralih ke persiapan posko sebagai pusat operasional KKN, di mana mahasiswa diberikan panduan praktis untuk menyiapkan fasilitas seperti tempat tinggal, peralatan, dan sistem komunikasi yang aman dan efisien.
Pembekalan juga menekankan pentingnya pelaksanaan kelima tema KKN secara menyeluruh, yakni tema Pengelolaan sampah perkotaan, Mitigasi Bencana dan RTH, Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil, Sosialisasi dan Pencegahan Stunting, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, dengan penjelasan bahwa semua tema harus diintegrasikan dalam program kerja agar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat desa. Peraturan kegiatan menjadi sorotan utama, di mana mahasiswa diingatkan untuk menjalankan aktivitas sesuai jadwal harian. Setiap program kerja (progja) yang dirancang harus memiliki penanggung jawab yang jelas, baik individu maupun kelompok, untuk memastikan akuntabilitas dan kelancaran pelaksanaan.
Agenda utama mencakup materi pengantar KKN oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), teknik pengabdian masyarakat, etika dan keselamatan, serta simulasi perencanaan kegiatan lapangan, diikuti sesi diskusi interaktif dan evaluasi. Pembekalan sebelum pra-KKN ini telah mempersiapkan mahasiswa secara optimal sebagai fondasi sebelum memasuki tahap pra-KKN, dengan penekanan pada koordinasi, persiapan posko, pelaksanaan tema KKN, peraturan kegiatan, dan penanggung jawab progja. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan KKN dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
