Pra-KKN Kecamatan Way Halim menjadi tahapan awal bagi mahasiswa Universitas Lampung Periode I Tahun 2026 sebelum pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di wilayah Kota Bandar Lampung. Pra-KKN ini berlangsung pada Selasa, 06 Januari 2026 dan menjadi sarana awal koordinasi antara mahasiswa dengan pihak kecamatan serta kelurahan di Kecamatan Way Halim. Pra-KKN ini juga menjadi media pengenalan kondisi wilayah, karakter masyarakat, serta potensi yang dimiliki oleh setiap kelurahan.
Kecamatan Way Halim memiliki enam kelurahan yang berada dalam wilayah administrasinya, yaitu Kelurahan Gunung Sulah, Way Halim Permai, Perumnas Way Halim, Jagabaya I, Jagabaya II, dan Jagabaya III. Setiap kelurahan memiliki karakteristik dan potensi wilayah yang berbeda. Gunung Sulah dikenal dengan keberadaan pabrik tahu serta RS Urip Sumoharjo yang mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan kesehatan masyarakat. Way Halim Permai memiliki ikon Siger sebagai ciri khas wilayah. Perumnas Way Halim memiliki pasar dan GOR PKOR yang menjadi pusat kegiatan masyarakat. Jagabaya III memiliki potensi penggemukan sapi serta kawasan perumahan elit. Jagabaya I dikenal sebagai wilayah kampung adat dengan nilai budaya yang masih terjaga. Jagabaya II memiliki RS Petik Hati yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Penyebaran mahasiswa KKN di Kecamatan Way Halim direncanakan hanya pada lima kelurahan sesuai dengan kebijakan kecamatan. Penempatan mahasiswa disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat. Peran mahasiswa diharapkan mampu mendukung kegiatan sosial serta kegiatan kemasyarakatan yang telah berjalan di setiap kelurahan.
Kontribusi mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam penanganan permasalahan penyumbatan drainase. Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu bentuk pengabdian yang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Kehadiran mahasiswa juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan lingkungan.

Nama baik Kota Bandar Lampung, Kecamatan Way Halim, kelurahan tempat penugasan, serta Universitas Lampung menjadi tanggung jawab seluruh mahasiswa KKN. Sikap dan perilaku mahasiswa selama berada di tengah masyarakat harus mencerminkan etika, tanggung jawab, dan nilai-nilai akademik. Hubungan yang harmonis dengan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran kegiatan KKN.
Pamong KKN yang terdiri dari RT, Linmas, dan unsur masyarakat lainnya memiliki peran dalam mendampingi mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Koordinasi dengan pamong dilakukan secara berjenjang dengan tetap mengacu pada arahan lurah sebagai pimpinan wilayah. Setiap arahan yang diberikan oleh pamong perlu dikomunikasikan terlebih dahulu dengan lurah guna menjaga keteraturan dan keselarasan kegiatan di lapangan.
Kehidupan di posko KKN menuntut mahasiswa untuk menjaga ketertiban, kebersihan, serta etika dalam kehidupan sehari-hari. Posko menjadi representasi mahasiswa di mata masyarakat sehingga kondisi dan suasana posko harus mencerminkan sikap yang bertanggung jawab. Kebersamaan dan kerja sama antaranggota kelompok menjadi modal utama dalam menjalankan program KKN.
Pemahaman awal terhadap kondisi wilayah Kecamatan Way Halim melalui Pra-KKN diharapkan mampu membantu mahasiswa dalam merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hubungan koordinatif yang baik dengan pihak kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan KKN. Pelaksanaan KKN di Kecamatan Way Halim diharapkan mampu berjalan dengan tertib, terarah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
