Kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan sebagai tahap awal sebelum pelaksanaan PRA-KKN. Pembekalan ini diberikan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Bapak Dr. David Chandra, S.P., M.Si., kepada mahasiswa KKN yang berada di bawah bimbingan beliau. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada mahasiswa mengenai pelaksanaan KKN secara menyeluruh.
Dalam pembekalan tersebut, Bapak Dr. David Chandra, S.P., M.Si. menjelaskan secara umum mengenai apa itu KKN, mulai dari pengertian KKN sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, hingga peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah-tengah masyarakat desa. KKN tidak hanya dipahami sebagai kegiatan wajib akademik, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial, kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, serta penerapan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Selain itu, beliau juga menjelaskan tujuan dan manfaat KKN, baik bagi mahasiswa maupun bagi masyarakat desa. Bagi mahasiswa, KKN diharapkan mampu membentuk sikap tanggung jawab, kemandirian, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat. Sementara itu, bagi masyarakat desa, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Pada pembekalan ini juga dijelaskan secara khusus mengenai tema KKN yang akan dilaksanakan, mengingat KKN yang dijalani merupakan KKN Tematik. Fokus utama dari KKN Tematik ini adalah pada pengembangan MOCAF (Modified Cassava Flour) atau tepung singkong termodifikasi. Bapak DPL menyampaikan bahwa tema MOCAF dipilih karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan di desa, khususnya dalam mendukung sektor pertanian, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan ide dan program kerja yang berkaitan dengan pengolahan singkong menjadi produk bernilai tambah, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selama pembekalan berlangsung, suasana diskusi berjalan secara interaktif. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya terkait teknis pelaksanaan KKN, peran masing-masing anggota kelompok, hingga gambaran umum pelaksanaan program KKN Tematik berbasis MOCAF. Bapak DPL juga memberikan arahan agar mahasiswa mampu menjalin komunikasi yang baik dengan aparat desa dan masyarakat, serta menjaga sikap, etika, dan nama baik Universitas Lampung selama pelaksanaan KKN.

Kegiatan pembekalan ditutup dengan sesi tanya jawab dan penegasan kembali mengenai kesiapan mahasiswa dalam menjalani rangkaian kegiatan KKN, mulai dari PRA-KKN hingga pelaksanaan KKN secara penuh. Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai arah dan tujuan KKN Tematik, sehingga dapat melaksanakan kegiatan KKN dengan lebih terarah, terencana, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
