Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan survei dan sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi UMKM lokal serta memberikan pendampingan awal dalam pemanfaatan teknologi digital guna mendukung pengembangan usaha masyarakat.
Kegiatan survei dilakukan dengan mengunjungi sejumlah pelaku UMKM yang berada di sekitar posko KKN dan wilayah Kelurahan Pidada. Salah satu UMKM yang dikunjungi adalah Warung Apung yang berada dekat posko KKN. Berdasarkan hasil survei, warung tersebut telah memiliki fasilitas pembayaran non-tunai berupa QRIS, namun belum terdaftar pada Google Maps. Warung Apung beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga tengah malam dan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui peningkatan visibilitas lokasi usaha secara digital.
Selain itu, mahasiswa KKN juga melakukan pendataan pada Toko Fitri. Toko tersebut telah memiliki QRIS dan terdaftar di Google Maps, namun terdapat ketidaksesuaian nama toko pada platform tersebut. Mahasiswa KKN berencana membantu memperbaiki data lokasi agar sesuai dengan nama usaha yang sebenarnya sehingga memudahkan pelanggan dalam menemukan lokasi toko.
Survei juga dilakukan pada Rumah Makan Kurnia yang hingga saat ini belum memiliki QRIS dan belum terdaftar di Google Maps. Meskipun demikian, pemilik usaha masih menunjukkan sikap keberatan untuk menerima pendampingan, sehingga mahasiswa KKN menghormati keputusan tersebut dan tetap melakukan pendekatan secara persuasif.
Selanjutnya, mahasiswa KKN mengunjungi Warung Adha yang menyatakan kesediaannya untuk dibantu dalam pembuatan QRIS dan pendaftaran lokasi usaha di Google Maps. Warung Adha beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga 24.00 WIB dan diharapkan dengan adanya digitalisasi pembayaran dan lokasi usaha dapat meningkatkan jumlah pelanggan.
Pada sektor usaha jasa, mahasiswa KKN mendata Fiya Cell yang mengalami kendala pada penggunaan QRIS karena adanya permasalahan teknis. Mahasiswa KKN mencatat permasalahan tersebut untuk selanjutnya diberikan pendampingan dan arahan agar sistem pembayaran non-tunai dapat kembali digunakan secara optimal.
Selain itu, Toko Jahit di Kelurahan Pidada juga menyatakan kesediaannya untuk didaftarkan ke Google Maps agar lokasi usahanya lebih mudah ditemukan oleh masyarakat. Mahasiswa KKN juga melakukan survei pada satu warung terakhir yang berlokasi sangat dekat dengan posko KKN. Pemilik warung menyambut baik rencana pendampingan dan menyatakan kesediaannya untuk dibantu dalam pengembangan usaha. Warung tersebut beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Melalui kegiatan survei dan sosialisasi UMKM ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap dapat membantu pelaku usaha di Kelurahan Pidada dalam meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti pembayaran non-tunai dan pemetaan lokasi usaha. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam penyusunan program kerja KKN yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM lokal.
