Desa Curug Agung, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang – Pada hari ke-4 pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), mahasiswa KKM Bilateral Universitas Lampung (UNILA) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Kelompok 91 melaksanakan rangkaian kegiatan berupa koordinasi program kerja serta pengenalan lingkungan di Desa Curug Agung. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya awal dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan pertemuan dan diskusi bersama Kepala Desa Curug Agung. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa membahas sejumlah agenda program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKM. Beberapa di antaranya adalah rencana pembuatan rocket stove sebagai alternatif pengelolaan sampah dengan sistem pembakaran minim asap, termasuk pembahasan mengenai ketersediaan lahan yang akan digunakan. Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan rencana penyusunan peta administrasi desa serta menanyakan dukungan data kewilayahan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.
Selain membahas program kerja, mahasiswa KKM Bilateral UNILA–UNTIRTA Kelompok 91 turut menggali informasi mengenai kegiatan rutin yang telah berjalan di Desa Curug Agung, seperti kegiatan Posyandu dan pengajian rutin masyarakat. Informasi ini menjadi bahan pertimbangan dalam penyesuaian jadwal serta bentuk keterlibatan mahasiswa agar kegiatan KKM dapat berjalan selaras dengan aktivitas desa yang sudah ada.
Menanggapi pemaparan tersebut, Kepala Desa Curug Agung, Sanusi, menyampaikan harapannya agar program KKM yang dilaksanakan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
“Masyarakat di desa ini masih perlu didorong agar lebih peduli terhadap kebersihan. Saya berharap program yang dibawa mahasiswa KKM dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat sehingga tercipta lingkungan desa yang bersih dan nyaman,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut dari koordinasi dengan pemerintah desa, mahasiswa KKM Bilateral UNILA–UNTIRTA Kelompok 91 melakukan kunjungan ke sejumlah Ketua RT dan RW di lingkungan Desa Curug Agung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan diri sekaligus menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai kondisi lingkungan, karakteristik masyarakat, serta permasalahan yang dihadapi di masing-masing wilayah.
Mahasiswa juga melakukan pendekatan langsung kepada warga melalui interaksi dan dialog secara informal. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun keakraban, menumbuhkan rasa saling percaya, serta menggali harapan masyarakat terhadap pelaksanaan program KKM. Selain itu, mahasiswa mengadakan bincang santai bersama pemuda desa sebagai bentuk pendekatan kepada generasi muda dan upaya mendorong partisipasi aktif mereka dalam kegiatan KKM.
Salah satu pemuda Desa Curug Agung, Endang, menyampaikan harapannya agar program KKM yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga program yang dijalankan mahasiswa KKM dapat membawa dampak yang baik bagi desa dan warga,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan pada hari ke-4 ini, mahasiswa KKM Bilateral UNILA–UNTIRTA Kelompok 91 berharap dapat membangun kerja sama yang kuat dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga Desa Curug Agung. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program KKM yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
