Bandar Lampung, 14 Januari 2026- Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan sosialisasi di posyandu sebagai upaya mendorong pencegahan stunting sejak dini. Sosialisasi ini ditujukan kepada ibu balita dengan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemberian ASI, MP-ASI, gizi seimbang, serta penerapan pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
ASI atau Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi sejak lahir hingga usia enam bulan karena mengandung zat gizi lengkap dan antibodi yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Pemberian ASI eksklusif dinilai mampu mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah berbagai masalah gizi pada anak.
Setelah bayi berusia enam bulan, kebutuhan gizinya meningkat sehingga perlu diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). MP-ASI yang baik harus memenuhi prinsip gizi seimbang, mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, serta disesuaikan dengan usia dan kemampuan cerna anak. Pemberian MP-ASI yang tepat berperan penting dalam mencegah kekurangan gizi yang dapat memicu stunting.

Selain asupan makanan, gizi seimbang juga menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak. Gizi seimbang menekankan pada variasi makanan, porsi yang sesuai, kebersihan pangan, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin di posyandu. Dengan pemenuhan gizi yang baik, risiko gangguan pertumbuhan dapat diminimalkan.
Pola asuh turut menjadi materi penting dalam sosialisasi ini. Pola asuh yang baik mencakup perhatian orang tua terhadap kebutuhan fisik, emosional, dan sosial anak, termasuk kebiasaan makan, kebersihan, stimulasi perkembangan, serta kedisiplinan yang positif. Pola asuh yang tepat akan mendukung perkembangan anak secara optimal dan memperkuat upaya pencegahan stunting.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKN Unila berharap para ibu balita dapat memahami pentingnya peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan pengasuhan anak. Dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, diharapkan angka stunting dapat ditekan dan kualitas kesehatan anak di lingkungan posyandu semakin meningkat.
