Rabu, 14 Januari 2025- Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan terus dimatangkan. Kelompok Korpri Raya 2 baru saja merampungkan proses koordinasi dan perizinan terkait rencana kunjungan sosialisasi program Stop Bullying di SDN 2 Harapan Jaya, Korpri. Pertemuan koordinasi yang berlangsung antara perwakilan Kelompok Korpri Raya 2 dengan pihak sekolah berjalan sangat positif. Hasilnya, pihak SDN 2 Harapan Jaya memberikan dukungan penuh dan mengizinkan pelaksanaan program tersebut demi memberikan pembekalan karakter bagi para siswa.
Izin yang telah dikantongi ini menjadi landasan bagi Kelompok Korpri Raya 2 untuk segera mengeksekusi program. Fokus utama dari kegiatan yang direncanakan adalah memberikan pemahaman dini kepada siswa mengenai bahaya bullying serta cara membangun pertemanan yang sehat.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami nanti benar-benar memberikan manfaat nyata. Tahap perizinan ini sangat penting agar jadwal dan materi yang kami siapkan selaras dengan kebutuhan siswa di SDN 2 Harapan Jaya,” ujar perwakilan dari Kelompok Korpri Raya 2.
Kepala SDN 2 Harapan Jaya menyambut hangat inisiatif ini. Menurut pihak sekolah, program dari Kelompok Korpri Raya 2 merupakan langkah konkret yang sejalan dengan semangat Sekolah Ramah Anak.
“Kami sudah memberikan lampu hijau dan siap memfasilitasi tempat serta waktu. Isu perundungan adalah tanggung jawab bersama, dan kami sangat senang Kelompok Korpri Raya 2 peduli terhadap masa depan anak didik kami,” ungkap pihak sekolah di sela-sela pertemuan tersebut. Setelah izin resmi didapatkan, Kelompok Korpri Raya 2 kini memasuki tahap finalisasi materi dan teknis lapangan. Sosialisasi ini diharapkan dapat segera terlaksana dalam waktu dekat dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen sekolah.
Dengan disetujuinya rencana ini, diharapkan kerja sama antara kelompok masyarakat seperti Korpri dan institusi pendidikan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam upaya menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah.
