Waringinsari Timur, 14 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) melaksanakan kunjungan ke Sentra Mocaf Desa Waringinsari Timur sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pemetaan potensi ekonomi lokal dan persiapan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kunjungan ini bertujuan untuk membangun kerja sama dengan pengelola sentra serta menggali peluang pengembangan produk berbasis tepung mocaf.
Pada saat kunjungan berlangsung, Sentra Mocaf sedang melaksanakan kegiatan pengemasan (packing) produk tepung mocaf dengan merek “Selendang Biru”. Mahasiswa KKN-T berkesempatan untuk melihat secara langsung proses akhir produksi, mulai dari penimbangan hingga pengemasan produk siap edar. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai alur produksi, standar pengemasan, serta kapasitas produksi yang dimiliki oleh sentra tersebut.
Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk membahas rencana kolaborasi antara mahasiswa KKN-T dengan Sentra Mocaf dan pelaku UMKM di Desa Waringinsari Timur. Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan rencana pencarian dan pendampingan UMKM yang akan difasilitasi oleh mahasiswa KKN-T dengan bahan baku utama berupa tepung mocaf. UMKM yang terpilih nantinya akan dibantu dalam proses pengolahan produk, pengemasan, serta strategi pemasaran, sehingga produk berbasis mocaf dapat memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Selain itu, mahasiswa KKN-T juga menyampaikan rencana untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk berbasis mocaf dalam kegiatan Lampung Event Kuliner yang akan dilaksanakan pada 30 Januari hingga 8 Februari 2026 di Lapangan Kuncup, Pringsewu. Dalam kegiatan tersebut, produk-produk hasil olahan UMKM berbasis mocaf akan dipamerkan dan dipasarkan kepada masyarakat luas sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar serta memperkenalkan potensi lokal Desa Waringinsari Timur ke tingkat yang lebih luas.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN-T tidak hanya memperoleh informasi mengenai kapasitas produksi dan sistem kerja Sentra Mocaf, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai peluang pengembangan usaha, tantangan distribusi, serta strategi peningkatan daya saing produk lokal. Diskusi ini menjadi dasar penting dalam merancang program kerja KKN-T yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa, pengelola sentra, dan pelaku UMKM, sehingga tepung mocaf sebagai produk unggulan desa tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mampu berkembang sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan. Dengan demikian, KKN-T dapat berperan sebagai fasilitator yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang pasar yang lebih luas.

Selain melakukan kunjungan ke Sentra Mocaf, sebagian rekan mahasiswa KKN-T juga melaksanakan kegiatan kerja bakti pengecatan di Balai Desa Waringinsari Timur. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendukung pemeliharaan fasilitas publik yang menjadi pusat pelayanan dan aktivitas masyarakat desa.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa turut membantu proses pengecatan ulang dinding dan bagian-bagian balai desa yang mulai mengalami pemudaran warna dan penurunan kualitas visual. Kegiatan pengecatan ini bertujuan untuk memperbaiki tampilan balai desa agar terlihat lebih bersih, rapi, dan representatif sebagai ruang pelayanan publik sekaligus pusat kegiatan pemerintahan desa.
Keterlibatan mahasiswa KKN-T dalam kegiatan ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sosial desa. Melalui kerja bersama antara mahasiswa dan aparatur desa, tercipta suasana kebersamaan yang memperkuat hubungan sosial serta membangun rasa memiliki terhadap fasilitas bersama.

Dengan dilaksanakannya kegiatan pengecatan ini, Balai Desa Waringinsari Timur diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai ruang pelayanan administrasi, pertemuan warga, serta berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya. Kegiatan ini sekaligus melengkapi rangkaian aktivitas KKN-T hari itu yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ekonomi lokal melalui Sentra Mocaf, tetapi juga pada penguatan infrastruktur sosial desa.
