Bandar Lampung, 14 Januari 2026 — Melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan dan pemberdayaan UMKM di Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Kedamaian, mahasiswa kembali melakukan kunjungan lapangan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal sekaligus pendataan UMKM. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami secara langsung kondisi usaha, proses produksi, serta kendala yang dihadapi pelaku UMKM agar program pendampingan yang dilakukan dapat lebih tepat sasaran.
Pada pukul 11.00 WIB, mahasiswa mengunjungi salah satu UMKM budidaya jamur yang berada di wilayah tersebut. Setibanya di lokasi, mahasiswa disambut dengan baik dan diberikan kesempatan untuk melihat secara langsung aktivitas budidaya jamur. Bahkan, mahasiswa turut diberi kesempatan untuk memanen atau memetik jamur yang telah tumbuh dan siap panen. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata mengenai proses produksi serta perawatan jamur yang dilakukan secara rutin oleh pelaku usaha.
Selama kunjungan, mahasiswa diajak untuk melihat kondisi tempat budidaya jamur, mulai dari tata letak kumbung, kondisi media tanam, hingga lingkungan sekitar yang sangat memengaruhi pertumbuhan jamur. Dari pengamatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa faktor lingkungan, khususnya cuaca dan kelembapan udara, memiliki peran penting dalam keberhasilan budidaya jamur.
Pelaku usaha menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi dalam budidaya jamur adalah kondisi cuaca. Berbeda dengan UMKM pabrik kerupuk yang mengalami kesulitan pada musim hujan, budidaya jamur justru menghadapi tantangan saat cuaca panas atau musim kemarau. Pada kondisi tersebut, udara menjadi kering sehingga pertumbuhan jamur menjadi terhambat. Sebaliknya, pada musim hujan, kelembapan udara meningkat sehingga jamur dapat tumbuh lebih cepat dan lebih optimal.
Jamur yang dibudidayakan dapat dipanen setiap hari karena pertumbuhannya berlangsung secara berkelanjutan, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan tingkat kelembapan lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya jamur memiliki potensi produksi harian yang cukup menjanjikan apabila kondisi lingkungan dapat dijaga dengan baik.
Kunjungan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa. Meskipun pada saat itu pemilik usaha sedang tidak berada di rumah sehingga wawancara tidak dapat dilakukan secara mendalam, mahasiswa tetap memperoleh banyak informasi melalui pengamatan langsung di lapangan. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai potensi dan tantangan UMKM budidaya jamur serta menjadi dasar dalam merancang program pendampingan dan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan di Kelurahan Tanjung Raya.

