Sukoharum, 15 Januari 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Lampung Periode I Tahun 2026 Desa Sukoharum berhasil melaksanakan kegiatan Lokakarya KKN yang bertempat di Balai Pekon Sukoharum pada hari kedelapan pelaksanaan KKN.
Lokakarya ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan”, yang bertujuan untuk menjadi wadah diskusi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, serta masyarakat dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki Desa Sukoharum.
Kegiatan lokakarya dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga Desa Sukoharum. Kehadiran para undangan tersebut menunjukkan dukungan dan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan program KKN Tematik di desa tersebut.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, salah satunya disampaikan oleh Koordinator Desa Kelompok KKN Sukoharum, Dio Adiyatma, yang menyampaikan harapan agar kegiatan lokakarya ini dapat menjadi langkah awal dalam menyelaraskan program kerja KKN dengan kebutuhan dan kondisi desa. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat demi keberhasilan program-program yang akan dilaksanakan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi serta diskusi yang membahas potensi lokal Desa Sukoharum, baik di bidang pertanian, lingkungan, pendidikan, maupun pemberdayaan masyarakat. Dalam sesi diskusi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan saran, masukan, serta gagasan yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam pelaksanaan program kerja KKN ke depan.
Lokakarya berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan partisipasi aktif dari peserta yang turut memberikan pandangan serta pengalaman terkait kondisi dan potensi desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan program-program KKN yang akan dijalankan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung pembangunan Desa Sukoharum secara berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya lokakarya ini, Kelompok KKN Desa Sukoharum berharap dapat memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing.
