
Bandar Lampung, 18 – Januari – 2026, Hingga hari ini, masalah pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan krusial yang mendesak di tingkat rumah tangga. Dalam pola pembuangan sampah yang tidak dilakukan secara terpilah sering kali menjadi sebuah akar permasalahan pada lingkungan yang jika dibiarkan tanpa adanya penanganan yang serius akan memberikan dampak pencemaran pada air, serta mempercepat laju penumpukan limbah di tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) yang setiap hari melebih kapasitas. Dengan kondisi ini dapat menciptkan kepentingan yang penting bagi hadirnya solusi yang inovatif dan aplikatif di tingkat akar rumput.
Dengan menyadari potensi bahaya sekaligus peluang di balik tumpukkan limbah tersebut. Mahasiswa Universitas Lampung hadir dengan inisitiatif strategis melalui program kerja yang berfokus pada “Sosialisai Dan Edukasi Budidaya Maggot”. Program ini telah dirancang bukan hanya sekedar sebagai bentuk Sosialisasi Searah yang bersifat teoritis. Melainkan, Sebuah upaya transformatif yang komprehensif untuk mendifinisikan ulang pola pikir masysarakat dalam memandang limbah sampah dari yang semula diangap sebagai beban. Menjadi sebuah aset yang memiliki potensi yang baik.
Dengan melalui pendekatan sosial maggot, tim KKN mahasiswa Unila Di kelurahan Perwata telah memperkenalkan telur maggot sebagai solusi cerdas dan ramah lingkungan. Maggot ini memiliki kemampuan alami yang luar biasa dalam mendegradasi sampah organik rumah tangga dengan sangat cepat dan efisien, telah menjadikannya sebagai agen pengurai yang jauh lebih unggul daripada dengan melakukan pongomposan konvensional.

Dalam Implementasinya. TIm KKN Unila mengedepankan metode edujasi dan partisipatif dan komunikatif. Melalui Edukasi ini dimulai dengan cara pengenalan mendalam mengenai siklus hidup Maggot yang dapat terbukti higienis dan tidak bersifat vektor penyakit bagi manusia. Mahasiswa juga dapat memberikan pendampingan teknis mengenai tata cara budidaya mandiri yang praktis dan hemat biaya. Sehingga, dapat dengan mudah diadaptasi oleh warga di pekarangan rumah masing – masing.
Melalui sosialisasi langsung, masyarakat mampu diajak untuk melihat bagaimana limbah dapur yang sebelumnya tidak bernilai dapat ditransformasikan menjadi dua produk bernilai tingi yaitu protein hewani berkualitas bagi pakan ternak ( seperti ikan dan juga unggas ) serta sisa olahannaya yang dapat menjadi olahan pupuk organik padat maupun cair bagi sektor pertanian.
Dengan adanya Sosialisasi ini mahasiswa berharap dapat memberikan pemicu lahirnya kemandirian lokal dalam manajemen pengelolaan lingkungan hidup. Melalui sinergi yang terbangun kuat antara mahasiswa dan warga desa dapat diharapkan tidak berhenti disaat masa KKN berakhir melainakan dapat berkembang menjadi sebuah warisan program yang berkelanjutan. Dengan tujuan akhirnya adalah dapat menciptakan ekosistem desa yang tidak hanya lebih bersih dan sehat secara lingkungan. Tetapi juga, tumbuh menjadi desa yang berdaya secara ekonomi melalui cara ekonomi sirkular berbasis dalam pemanfaatan sampah.

