Serdang, 19 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan program kerja digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Serdang pada Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB dan menyasar pelaku UMKM yang tersebar di Dusun 1A, Dusun 3A, Dusun 3B, serta Perumahan Griya Sejahtera (PGS).
Program digitalisasi UMKM ini dirancang sebagai upaya mendorong adaptasi pelaku usaha lokal terhadap sistem digital, khususnya dalam hal transaksi non-tunai dan promosi usaha berbasis teknologi. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN terjun langsung ke masing-masing dusun yang telah ditentukan dengan target pendataan dan pendampingan sekitar sepuluh UMKM di setiap wilayah.
Sejak awal kegiatan, mahasiswa KKN melakukan pendekatan langsung kepada pelaku UMKM dengan mendatangi lokasi usaha satu per satu. Pendekatan ini dilakukan untuk memberikan pendampingan yang lebih personal serta memastikan pelaku usaha memahami secara utuh materi yang disampaikan. Mahasiswa kemudian menjelaskan pentingnya digitalisasi usaha sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing UMKM di era ekonomi digital.

Bentuk pendampingan yang diberikan meliputi pelatihan teknis dan praktik langsung terkait pemasangan serta penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran non-tunai. Selain itu, mahasiswa juga mendampingi pelaku UMKM dalam proses pendaftaran dan penandaan lokasi usaha pada aplikasi Google Maps sebagai media promosi digital agar usaha lebih mudah ditemukan oleh konsumen.
Selama proses pelatihan, mahasiswa KKN tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mendampingi pelaku UMKM secara langsung dalam setiap tahapan pendaftaran, mulai dari pengisian data usaha hingga memastikan lokasi usaha muncul dengan benar di Google Maps. Pendekatan ini dilakukan agar pelaku UMKM dapat langsung mempraktikkan dan memahami langkah-langkah yang diperlukan secara mandiri di kemudian hari.

Program kerja digitalisasi UMKM ini tidak berhenti pada tahap pelatihan awal. Mahasiswa KKN juga merencanakan peninjauan ulang dalam kurun waktu satu minggu setelah kegiatan berlangsung. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa QRIS telah aktif digunakan serta lokasi usaha benar-benar tercantum di Google Maps, sehingga output dari program digitalisasi UMKM dapat tercapai secara optimal.
Dalam praktiknya, kegiatan digitalisasi UMKM masih terus berprogres dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan menyasar pelaku UMKM lain yang belum sempat dikunjungi. Hal ini dilakukan guna memperluas jangkauan program dan memastikan manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha di Desa Serdang.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap pelaku UMKM dapat lebih mudah dalam melakukan transaksi keuangan non-tunai, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperluas akses pasar melalui visibilitas usaha di platform digital. Digitalisasi diharapkan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Serdang untuk berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi modern.
