Desa Purwodadi Simpang, Lampung Selatan – Senin, 19 Januari 2026 menandai hari keduabelas pelaksanaan KKN Universitas Lampung dengan dimulainya implementasi program kerja yang telah dirancang. Hari ini menjadi momentum penting karena mahasiswa melaksanakan program kerja pertama mereka yaitu sosialisasi dan edukasi terkait stunting di Posyandu Ibu Tersayang. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan gizi dan kesehatan anak di Desa Purwodadi Simpang.
Pagi hari, mahasiswa datang ke Posyandu Ibu Tersayang untuk membantu kegiatan posyandu sekaligus melaksanakan program sosialisasi stunting. Kedatangan mahasiswa disambut dengan sangat hangat oleh para kader posyandu yang telah mempersiapkan tempat dan peserta. Kegiatan posyandu berjalan seperti biasa dengan penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, dan pemberian vitamin. Setelah pelayanan posyandu selesai, mahasiswa memulai sesi sosialisasi dan edukasi tentang stunting kepada para ibu yang hadir. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, penyebab dan dampak kurang gizi pada anak, serta pentingnya nutrisi yang harus dipenuhi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Mahasiswa juga menjelaskan secara detail tentang gizi seimbang dan jenis-jenis makanan yang baik untuk tumbuh kembang anak. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, diselingi dengan contoh-contoh konkret dari kehidupan sehari-hari agar para ibu dapat dengan mudah mengimplementasikannya.
Para ibu yang mengikuti sosialisasi terlihat sangat antusias dan aktif bertanya. Beberapa pertanyaan yang diajukan berkisar tentang menu makanan bergizi yang ekonomis, cara mengatasi anak yang susah makan, hingga tanda-tanda anak mengalami kurang gizi. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan dengan sabar dan memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan. Sesi sosialisasi juga dilengkapi dengan pembagian leaflet dan poster tentang stunting yang dapat dibawa pulang sebagai pengingat. Tujuan utama dari program ini adalah agar para ibu tidak hanya mengetahui dan memahami tentang pentingnya nutrisi untuk anak, tetapi juga mampu mengimplementasikan edukasi yang diberikan ke dalam kehidupan mereka sehari-hari. Para kader posyandu menyampaikan apresiasi yang tinggi atas program yang dilaksanakan mahasiswa, karena edukasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting dan pentingnya gizi seimbang bagi anak.
Siang harinya, beberapa mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan piket di balai desa. Kegiatan piket ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu administrasi dan pelayanan masyarakat di kantor desa. Mahasiswa membantu berbagai pekerjaan seperti melayani warga yang datang untuk mengurus dokumen, membantu pencatatan data, hingga membantu perangkat desa dalam pekerjaan administratif lainnya. Meskipun terkesan sederhana, kegiatan piket ini sangat membantu meringankan beban kerja perangkat desa sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar tentang sistem administrasi pemerintahan desa. Interaksi langsung dengan warga yang datang ke balai desa juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam berkomunikasi dan melayani masyarakat dengan baik.
Hari keduabelas KKN ditutup dengan perasaan bangga dan puas. Mahasiswa berhasil melaksanakan program kerja pertama mereka dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat. Sosialisasi stunting di Posyandu Ibu Tersayang menjadi langkah awal yang penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting. Sementara itu, kegiatan piket di balai desa menunjukkan kesediaan mahasiswa untuk membantu dalam berbagai aspek kehidupan desa. Dengan dimulainya implementasi program kerja, mahasiswa semakin yakin bahwa pengabdian mereka akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan Desa Purwodadi Simpang.
