
Way Galih, 20 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung pada hari ini melaksanakan salah satu program kerja berupa sosialisasi pemberdayaan perempuan dan anak di Balai Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan, kesetaraan gender, serta penciptaan ruang aman bagi perempuan dan anak di lingkungan desa.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan. Padahal, perempuan memiliki peran penting sebagai pembawa peradaban yang menentukan kualitas generasi mendatang. Namun, stigma dan konstruksi sosial yang berkembang di masyarakat kerap memposisikan perempuan sebagai pihak yang lemah.
Materi sosialisasi juga menyoroti budaya patriarki yang mengakar dan berdampak pada munculnya ketimpangan relasi gender, yang kemudian melahirkan berbagai bentuk pelecehan dan kekerasan seksual. Dampak dari kekerasan tersebut tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan mental perempuan, serta menghilangkan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, ditegaskan pentingnya penegakan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan sebagai upaya mencegah ketimpangan sosial. Kesetaraan dipahami sebagai kondisi di mana laki-laki dan perempuan memiliki hak, peran, dan kesempatan yang adil serta saling menghargai.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber Jane Elizabeth, seorang aktivis keperempuanan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung. Kehadiran narasumber memberikan penguatan perspektif kritis dan memperkaya pemahaman peserta terkait isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, di akhir kegiatan juga disediakan hotline pengaduan bagi masyarakat Desa Way Galih. Hotline ini dapat digunakan sebagai sarana pelaporan apabila terjadi kekerasan atau pelecehan terhadap perempuan dan anak, sehingga masyarakat memiliki akses awal untuk mendapatkan bantuan dan pendampingan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan ruang edukasi sekaligus perlindungan sosial.
