Kegiatan sosialisasi MP-ASI di Desa Karang Anyar, Kelurahan Ketapang Kuala, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan edukasi mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat bagi balita, khususnya pada rentang usia 6 hingga 24 bulan. Selama kegiatan observasi awal, mahasiswa KKN menemukan bahwa sebagian ibu balita dan ibu hamil masih memerlukan pemahaman mengenai tekstur, frekuensi, kandungan gizi, serta variasi menu MP-ASI yang sesuai dengan rekomendasi kesehatan. Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan status gizi anak, sejalan dengan program pemerintah terkait kesehatan ibu dan anak.
Tujuan sosialisasi ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai praktik pemberian MP-ASI yang benar, baik dari aspek usia pemberian, kebutuhan gizi, maupun pemilihan bahan pangan lokal yang terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun kesadaran mengenai pentingnya protein hewani untuk mendukung pertumbuhan balita serta memberikan informasi mengenai cara menyusun menu MP-ASI yang aman dan seimbang. Sasaran kegiatan meliputi ibu yang memiliki balita, ibu hamil, dan kader posyandu sebagai mitra kesehatan di tingkat desa.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Posyandu (atau balai desa sesuai pelaksanaan) pada hari dan tanggal yang telah disepakati bersama perangkat desa, dengan penanggung jawab kegiatan yaitu Koordinator Desa KKN dan didukung oleh kader posyandu serta pihak puskesmas. Metode pelaksanaan terdiri dari sesi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta tanya jawab mengenai praktik MP-ASI. Pada sesi materi, peserta diberikan penjelasan mengenai definisi MP-ASI, usia pemberian, prinsip gizi, tahapan tekstur dari lumat hingga makanan keluarga, serta contoh menu lokal yang bergizi dan ekonomis. Selain itu, juga disampaikan mitos serta kesalahan umum yang sering terjadi dalam pemberian MP-ASI di masyarakat.
Jalannya kegiatan berlangsung dengan antusias. Peserta aktif bertanya mengenai variasi menu, porsi harian, dan alternatif bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Kader posyandu berperan dalam mendampingi peserta dan memberikan informasi tambahan terkait pemantauan tumbuh kembang balita. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan, kegiatan ini mendapat respons positif karena dirasakan bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Faktor pendukung kegiatan antara lain tingginya partisipasi ibu balita serta dukungan perangkat desa dan posyandu. Adapun hambatan yang ditemui berupa keterbatasan waktu pelaksanaan serta variasi tingkat pengetahuan awal peserta.
Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi MP-ASI di Desa Ketapang Kuala dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan anak dan mencegah risiko stunting. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan asupan gizi balita melalui menu sederhana namun kaya protein dan bahan pangan lokal. Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan adanya edukasi lanjutan dalam bentuk demonstrasi menu MP-ASI, kegiatan posyandu terpadu, serta kolaborasi dengan puskesmas untuk pemantauan pertumbuhan balita secara berkelanjutan.
