Bandar Lampung, 19 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan harian berupa penanaman benih tanaman hortikultura sebagai tahap awal pengembangan program hidroponik, yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mendorong pemanfaatan lahan terbatas secara produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomis.
Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan koordinasi singkat antara mahasiswa KKN dan anggota KWT untuk menyamakan persepsi mengenai tujuan kegiatan, jenis tanaman yang akan dibudidayakan, serta teknik penyemaian benih yang sesuai untuk sistem hidroponik. Pada kesempatan ini, anggota KWT turut berbagi pengalaman dan pengetahuan praktis terkait pemilihan benih unggul, media tanam yang tepat, serta faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi keberhasilan pertumbuhan bibit, seperti kelembapan, intensitas cahaya, dan sirkulasi udara.
Selanjutnya, mahasiswa KKN melakukan persiapan alat dan bahan, meliputi benih tanaman sayuran, media tanam semai, wadah penyemaian, serta air yang digunakan untuk menjaga kelembapan media. Proses penanaman benih dilakukan secara bertahap dan terstruktur, dimulai dari pengisian media tanam ke dalam wadah semai, pembuatan lubang tanam dengan kedalaman yang sesuai, hingga penempatan benih secara hati-hati untuk menghindari kerusakan. Seluruh tahapan dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehigienisan dan ketelitian agar bibit yang dihasilkan memiliki kualitas yang optimal.
Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN tidak hanya terlibat secara teknis, tetapi juga aktif mengenai konsep dasar hidroponik serta potensi pengembangan hidroponik sebagai usaha rumah tangga. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran ilmu dan pengalaman antara mahasiswa sehingga tercipta suasana kerja sama yang partisipatif dan edukatif.
Setelah seluruh benih selesai ditanam, dilakukan penyiraman awal dan penataan wadah semai di lokasi yang telah ditentukan agar memperoleh kondisi lingkungan yang mendukung proses perkecambahan. Mahasiswa KKN juga menyepakati rencana pemantauan dan perawatan bibit secara berkala, termasuk jadwal penyiraman dan pengamatan pertumbuhan, sebagai langkah lanjutan menuju tahap pemindahan bibit ke sistem hidroponik.
Melalui kegiatan penanaman benih ini, diharapkan bibit hidroponik yang dihasilkan dapat tumbuh dengan baik dan menjadi contoh nyata pemanfaatan teknologi pertanian sederhana yang aplikatif bagi masyarakat. Selain itu, kolaborasi dengan KWT diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan lokal serta membuka peluang pengembangan usaha berbasis pertanian urban di lingkungan kelurahan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa KKN dan masyarakat dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.
