Suka Damai, 21 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) di Desa Suka Damai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan desa melalui inovasi pertanian modern. Kali ini, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan penanaman hidroponik pada instalasi yang telah mereka siapkan sebelumnya sebagai bagian dari program kerja unggulan di bidang ketahanan pangan dan lingkungan.

Kegiatan penanaman hidroponik tersebut dilaksanakan di salah satu lokasi strategis desa yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Berbagai jenis sayuran, seperti pakcoy ditanam menggunakan sistem hidroponik sederhana yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan air. Mahasiswa KKN terlihat antusias menanam bibit satu per satu ke dalam netpot yang telah dipasang pada instalasi pipa.

Koordinator Desa KKN Unila Suka Damai menyampaikan bahwa program hidroponik ini bertujuan untuk mengenalkan metode bercocok tanam modern kepada masyarakat desa. “Melalui hidroponik, kami ingin menunjukkan bahwa bercocok tanam bisa dilakukan di lahan terbatas dengan hasil yang optimal. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan metode ini secara mandiri di rumah masing-masing,” ujarnya.
Kepala Desa Suka Damai turut mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unila tersebut. Menurutnya, program hidroponik ini sejalan dengan upaya desa dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga serta memanfaatkan lahan pekarangan secara lebih produktif. Ia berharap instalasi hidroponik yang telah dibuat dapat terus dirawat dan dimanfaatkan oleh warga setelah masa KKN berakhir.

Selain melakukan penanaman, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan singkat kepada warga sekitar mengenai cara perawatan tanaman hidroponik, mulai dari pengecekan nutrisi, penggantian air, hingga pengendalian hama. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang tertarik untuk mencoba sistem hidroponik sebagai alternatif bertani yang praktis dan modern.
Dengan adanya program penanaman hidroponik ini, mahasiswa KKN Unila Desa Suka Damai berharap dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap pertanian modern serta mendorong terciptanya desa yang lebih mandiri, inovatif, dan berkelanjutan di masa mendatang.
