Trimulyo, 16 Januari 2026 – Ribuan umat Muslim di Desa Trimulyo patut bersyukur. Masjid Nurul Amal Muslim di Desa Alam Kari 1 resmi diperesmikan pada Jumat (16/1), bertepatan dengan Peringatan Maulid Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Acara megah itu mengundang seluruh warga dusun dan sekitarnya, dengan sekitar 100 warga berkumpul di halaman masjid yang masih baru. Tema kegiatan, “Mari Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT serta Kecintaan kepada Rasulullah SWT”, menjadi pengingat kuat akan nilai spiritual peristiwa suci tersebut.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat di tengah cuaca cerah. Sehari sebelumnya, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Trimulyo dari Universitas Lampung turut berkontribusi besar. Mereka bergotong royong membersihkan masjid dari debu pembangunan, menyusun karpet sajadah, dan menyiapkan dekorasi aula serta sound system. Kontribusi ini tak hanya mempercantik masjid, tapi juga mempererat hubungan antargenerasi antara mahasiswa dan warga desa. “Melalui KKN, kami belajar gotong royong sungguhan dan bagaimana masjid jadi jantung masyarakat,” ungkap koordinator kelompok KKN.
Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh qari muda setempat, diikuti lantunan shalawat Nabi yang merdu membahana di halaman masjid. Sebanyak 100 warga duduk rapat dengan penuh kekhusyukan, sementara pembawa acara mengalirkan suasana hangat. Sambutan pertama datang dari ketua takmir Masjid Nurul Amal Muslim, yang menceritakan perjuangan pembangunan masjid selama dua tahun terakhir melalui iuran dan swadaya masyarakat.
Kepala Desa Trimulyo menyusul dengan apresiasi khusus untuk kelompok KKN Universitas Lampung. “Keberadaan mahasiswa ini seperti angin segar. Mereka tak hanya bantu fisik, tapi juga semangatnya menular,” katanya. Puncak acara adalah kehadiran Ustadz Junaidi, pengurus Pondok Pesantren Al-Manshurin, sebagai narasumber utama. Dalam ceramahnya selama 30 menit, Ustadz Junaidi mengupas tuntas peristiwa Isra Miraj: perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha.
“Isra Miraj bukan sekadar mukjizat, tapi pelajaran hidup untuk tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, serta cinta mendalam kepada Rasulullah. Di masjid ini, mari jadikan momentum untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta,” pesan Ustadz Junaidi. Ceramah itu dilanjutkan sesi tanya jawab interaktif selama 15 menit, di mana warga antusias bertanya soal praktik taqwa sehari-hari dan hikmah shalat malam seperti yang diajarkan Nabi.
Tak ketinggalan, pemotongan pita peresmian dilakukan Ustadz Junaidi bersama ketua takmir dan perwakilan KKN, disambut tepuk tangan meriah. Acara dilanjutkan dengan Shalat Jumat berjamaah yang dipimpin Ustadz Junaidi, diikuti doa bersama untuk kemakmuran desa. Sebelum bubar, peserta menikmati hidangan sederhana seperti bubur sumsum dan kue tradisional, sambil bersilaturahmi.
Peresmian ini bukan hanya penanda fisik masjid baru, tapi juga simbol kebersamaan warga Desa Alam Kari 1 dan Trimulyo. Dengan dukungan kelompok KKN Universitas Lampung, masjid diharapkan menjadi pusat pendidikan agama, kajian rutin, dan kegiatan sosial ke depan. Kegiatan berakhir pukul 16.00 WIB dengan aman dan lancar, meninggalkan kesan mendalam bagi semua hadirin.
