Serdang – Kamis, 16 Januari 2026 menjadi hari yang penuh produktivitas bagi Tim KKN Universitas Lampung Desa Serdang 2. Dimulai dari gotong royong di siang hari hingga pelaksanaan program Rumah Belajar di sore hari, mahasiswa menunjukkan komitmen penuh dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Gotong Royong dengan Wakil BPD
Kegiatan dimulai siang hari ketika lima anggota tim membantu Bapak Teguh, Wakil Ketua BPD Serdang, menguras kolam di kediamannya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Pak Teguh terhadap program KKN, di mana ikan dari kolam dihibahkan untuk konsumsi posko.
“Pak Teguh dengan besar hati menghibahkan ikan dari kolamnya untuk konsumsi kami di posko. Tentu saja kami dengan senang hati membantu menguras kolamnya sebagai bentuk terima kasih,” ungkap salah satu anggota tim.
Meski harus masuk ke dalam kolam dan bekerja di bawah terik matahari, mahasiswa tetap semangat. Suasana gotong royong yang penuh kekeluargaan tercipta dengan adanya Pak Teguh yang turut terlibat dan memberikan arahan sambil berbincang santai dengan mahasiswa.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan ikan untuk konsumsi posko, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dengan tokoh masyarakat. “Anak-anak ini tidak sombong, mau bekerja keras membantu. Ini yang saya apresiasi dari mahasiswa KKN yang benar-benar membaur,” ujar Pak Teguh.
Rumah Belajar: Mendampingi Anak-Anak SD

Setelah selesai dari kegiatan gotong royong, sore harinya pukul 15.00 WIB, posko KKN kembali ramai dengan kedatangan lima anak SD kelas 5 untuk mengikuti program Rumah Belajar. Ini merupakan hari ketiga pelaksanaan program pendampingan belajar yang dijadwalkan setiap sore dari pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.
Empat mahasiswa bersiap dengan materi dan perlengkapan belajar untuk mendampingi anak-anak mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah. Suasana belajar berlangsung santai namun tetap fokus, dengan metode pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
“Kami tidak memaksakan anak-anak untuk belajar dengan cara yang kaku. Kami coba buat suasana senyaman mungkin, seperti belajar dengan kakak sendiri di rumah,” jelas salah satu mahasiswa yang mendampingi.
Anak-anak terlihat antusias mengerjakan PR mereka dengan bantuan mahasiswa. Ketika ada materi yang tidak dipahami, mahasiswa dengan sabar menjelaskan hingga anak-anak benar-benar mengerti. Posko yang awalnya hanya tempat tinggal mahasiswa, kini mulai menjadi rumah kedua bagi anak-anak untuk belajar.
Konsistensi untuk Dampak Berkelanjutan
Program Rumah Belajar yang sudah memasuki hari ketiga ini menunjukkan konsistensi tim dalam menjalankan program. Kehadiran anak-anak yang rutin datang membuktikan bahwa program ini diterima baik oleh masyarakat.
“Orang tua anak-anak sangat mendukung program ini. Mereka senang ada yang membantu anak-anak belajar, apalagi kebanyakan orang tua sibuk bekerja di siang hari,” tambah salah satu anggota tim.
Dengan program yang berkelanjutan seperti ini, diharapkan anak-anak tidak hanya terbantu dalam mengerjakan PR, tetapi juga semakin termotivasi untuk belajar dan meningkatkan prestasi akademik mereka.
Hari yang Bermakna

Kamis, 16 Januari 2026 menjadi bukti bahwa pengabdian KKN bukan hanya tentang program formal, tetapi juga tentang gotong royong, berbagi, dan konsistensi dalam memberikan manfaat kepada masyarakat. Dari gotong royong bersama tokoh masyarakat hingga mendampingi anak-anak belajar, semua dilakukan dengan penuh ketulusan.
“Hari ini kami belajar bahwa KKN adalah tentang memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Pagi gotong royong, sore mendampingi anak-anak belajar. Semua terasa bermakna,” pungkas salah satu anggota tim dengan penuh syukur.
