Pada Selasa, 20 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung di Kelurahan Kelapa Tiga melaksanakan kunjungan ke salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bawang goreng yang berada di wilayah Kelurahan Kelapa Tiga. Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari kegiatan pendataan serta pendampingan UMKM guna mendukung pengembangan usaha masyarakat setempat.
UMKM bawang goreng tersebut merupakan usaha rumahan milik Bapak Joko yang telah berjalan kurang lebih selama 17 tahun. Dalam kegiatan produksi sehari-hari, usaha ini mampu mengolah sekitar 20 kilogram bawang goreng per hari. Namun, pada momen tertentu seperti menjelang Hari Raya Idulfitri, jumlah produksi dapat meningkat secara signifikan hingga mencapai sekitar 8 kwintal. Produk bawang goreng ini umumnya dipasarkan kepada para pedagang bakso, mie ayam, serta dijual kembali di warung-warung sekitar.

Dalam menjalankan usahanya, Bapak Joko tidak memiliki karyawan tetap. Proses produksi dilakukan secara mandiri dengan dibantu oleh istrinya serta warga sekitar apabila jumlah pesanan meningkat. Seluruh tahapan produksi bawang goreng masih dilakukan secara manual, dimulai dari pemilihan bahan baku bawang merah berkualitas, proses pengupasan dan pengirisan, perendaman menggunakan air garam, penggorengan, hingga tahap penirisan minyak dan pengemasan produk.
Dari sisi pemasaran, UMKM bawang goreng milik Bapak Joko masih memiliki keterbatasan. Usaha ini telah memiliki akun media sosial Instagram, namun belum dikelola secara aktif. Selain itu, UMKM ini belum memiliki akun TikTok dan belum menggunakan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS. Harga jual bawang goreng yang ditetapkan yaitu sebesar Rp100.000 untuk kemasan ½ kilogram dan Rp200.000 untuk kemasan 1 kilogram.
Adapun kendala utama yang dihadapi dalam pengembangan usaha ini adalah keterbatasan pengetahuan terkait pemasaran digital serta kurangnya waktu untuk mengelola media sosial secara konsisten. Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap dapat memberikan pendampingan, khususnya dalam pengelolaan media sosial dan digitalisasi pemasaran, sehingga UMKM bawang goreng di Kelurahan Kelapa Tiga dapat berkembang lebih optimal dan menjangkau pasar yang lebih luas

