BANDAR LAMPUNG – Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) yang bertempat di Kelurahan Kelapa Tiga melakukan langkah nyata dalam memerangi penyakit sosial digital. Pada Rabu (21/1/2026) siang, mereka menggelar sosialisasi mengenai bahaya judi online yang menyasar para siswa di SMP Swadaya Bandar Lampung.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dilatarbelakangi oleh keresahan masyarakat terhadap maraknya akses situs judi yang kini mulai merambah ke kalangan pelajar melalui iklan-iklan di media sosial dan aplikasi permainan.
Dalam narasinya, para mahasiswa menjelaskan bahwa judi online bukan sekadar permainan keberuntungan, melainkan sistem yang dirancang untuk merugikan pengguna. Ada tiga dampak utama yang ditekankan:
- Kerusakan Finansial: Menjelaskan bagaimana uang saku yang seharusnya untuk pendidikan bisa habis sia-sia.
- Gangguan Mental: Bahaya kecanduan yang memicu tingkat stres tinggi, depresi, hingga keinginan untuk berbuat kriminal.
- Jeratan Hukum: Edukasi mengenai Pasal 27 ayat (2) UU ITE yang mengancam pelakudistribusi konten perjudian serta Pasal 426 dan 427 KUHP.
“Remaja adalah kelompok yang sangat rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi. Kami hadir di sini untuk memastikan mereka paham bahwa tidak ada kekayaan yang dihasilkan dari judi, yang ada hanyalah kehancuran masa depan,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa KKN Unila.

Antusiasme dan Harapan
Siswa SMP Swadaya terlihat aktif berdiskusi dalam sesi tanya jawab. Beberapa dari mereka mengaku baru menyadari bahwa promosi-promosi yang sering muncul di sela-sela bermain game ponsel ternyata merupakan pintu masuk menuju praktik perjudian.
Pihak sekolah mengapresiasi kehadiran mahasiswa Unila. Dengan adanya edukasi ini, sekolah berharap para siswa lebih bijak dalam berselancar di internet dan fokus pada prestasi akademik maupun non-akademik.
Melalui sosialisasi ini, Mahasiswa KKN Unila Kelurahan Kelapa Tiga berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dari pengaruh judi online, sejalan dengan misi pengabdian masyarakat untuk membangun generasi emas yang cerdas secara digital.
