Kelompok KKN (1) Universitas Lampung Periode I Tahun 2026 di Kelurahan Kupang Kota mengukir pencapaian luar biasa dengan merampungkan tiga program kerja strategis hanya dalam waktu satu hari. Keberhasilan ini bukan sekadar pemenuhan tugas akademis, melainkan bukti nyata efektivitas kolaborasi mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menyentuh berbagai aspek krusial di masyarakat, mulai dari hukum, kesehatan, hingga keselamatan pemukiman.
Kelurahan Kupang Kota pada hari Jumat kemarin (23 Januari 2026) menjadi saksi bisu atas semangat pengabdian mahasiswa KKN Universitas Lampung. Dalam satu hari yang produktif, tim mahasiswa berhasil menjalankan tiga program kerja besar sekaligus, yaitu AMAN (Aksi Nyata Masyarakat Anti Kekerasan), GENTING (Gerakan Cegah Stunting), dan KEKAR (Kegiatan Edukasi dan Antisipasi Kebakaran). Seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di lokasi berbeda namun terpadu ini berjalan dengan sangat seru, lancar, dan dipenuhi antusiasme tinggi dari para partisipan.
Sinergi Edukasi: AMAN dan GENTING
Fokus utama kegiatan siang kemarin dipusatkan di SMA Taman Siswa yang berlokasi di wilayah KKN Kelurahan Kupang Kota. Mahasiswa menjalankan dua program besar secara paralel, yakni program AMAN (Aksi Nyata Masyarakat Anti Kekerasan) dan GENTING (Gerakan Cegah Stunting), yang dilaksanakan secara bersamaan di ruang kelas yang berbeda.
Di kelas pertama, program AMAN hadir untuk membekali siswa dengan kesadaran hukum dan perlindungan diri. Materi pertama dibawakan oleh Jane Elizabeth, seorang aktivis perempuan sekaligus mahasiswi Fakultas Hukum Unila yang menjabat sebagai Ketua Bidang Departemen Keperempuanan LMND Lampung. Dengan pengalamannya sebagai narasumber sosialisasi hak-hak perempuan serta narasumber pencegahan kekerasan seksual, Jane memaparkan materi bertema “Kenali Hak, Lawan Kekerasan” guna mendorong siswa memiliki kesadaran kritis terhadap ketimpangan gender.

Dilanjutkan pada sesi kedua, tim dari SAPA (Sahabat Anak dan Perempuan) memberikan sosialisasi mengenai alur pelaporan kekerasan serta peran Satgas di lingkungan sekitar. Tim SAPA juga secara spesifik menjelaskan hotline dan jalur pelaporan yang dapat diakses oleh warga di daerah Kupang Kota agar mereka tahu langkah konkret yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat.

Sementara itu di kelas sebelah, suasana ceria menyelimuti pelaksanaan program GENTING. Berbeda dengan program lainnya, pada sesi ini mahasiswa KKN terjun langsung menjadi pemateri utama untuk mengedukasi para siswa mengenai pentingnya investasi kesehatan jangka panjang.

Dalam materi Segmen 1, mahasiswa memberikan edukasi dasar yang komprehensif mengenai pengertian stunting, penyebab, ciri-ciri, hingga cara pencegahannya. Mahasiswa juga memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai pedoman gizi seimbang yang mudah diterapkan sehari-hari oleh remaja. Suasana kelas menjadi sangat dinamis saat memasuki sesi Ice Breaking, di mana mahasiswa mengajak siswa bermain “Mitos vs Fakta” seputar stunting untuk mencairkan suasana dan meluruskan persepsi yang salah di masyarakat.
Memasuki materi Segmen 2, pembahasan menjadi lebih mendalam dengan fokus pada masalah anemia, cara menghitung kalori harian yang tepat, serta pemahaman kandungan gizi dalam makanan. Puncak dari program ini adalah aktivitas kelompok, di mana para siswa melakukan simulasi menyusun menu sehat sesuai dengan porsi “Isi Piringku” di bawah bimbingan langsung mahasiswa KKN.

Aksi Tanggap: Simulasi KEKAR
Menjelang sore, rangkaian pengabdian ditutup dengan program KEKAR (Kegiatan Edukasi dan Antisipasi Kebakaran). Kegiatan ini diawali dengan pemberian materi teori oleh tim DAMKAR mengenai penyebab kebakaran rumah dan cara pencegahan dini. Suasana berubah menjadi sangat seru dan menegangkan saat memasuki sesi demo dan simulasi.
Puncak keseruan terjadi saat sesi Praktek Mandiri, di mana mahasiswa dan warga melakukan interaksi langsung dalam upaya pemadaman api. Di bawah pengawasan ketat petugas DAMKAR, warga dan mahasiswa mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan metode tradisional, yaitu dengan karung goni basah. Keberanian warga yang terjun langsung mencoba memadamkan api menciptakan suasana yang sangat dinamis dan membuktikan bahwa edukasi ini berhasil meningkatkan kesiapan mitigasi bencana mereka.

Keberhasilan menjalankan tiga agenda besar ini dalam satu hari merupakan bukti nyata dari perencanaan yang partisipatif dan terarah. Sinergi yang kuat antara mahasiswa, perangkat kelurahan, pemateri ahli, dan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran acara. Melalui pencapaian hari ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Kupang Kota.


