Pada tanggal 24 Januari 2026, mahasiswa KKN Universitas Lampung (UNILA) Desa Batu Menyan melaksanakan salah satu program kerja di bidang pendidikan keagamaan dengan memulai kegiatan mengajar di Pondok Pesantren setempat. Kegiatan ini dimulai pada pukul 14.00 WIB dan menjadi langkah awal mahasiswa KKN dalam berkontribusi langsung terhadap proses pembelajaran santri. Kehadiran mahasiswa disambut dengan baik oleh pihak pondok pesantren serta para santri yang tampak antusias mengikuti kegiatan sejak awal.
Untuk menunjang efektivitas pembelajaran, mahasiswa KKN membagi kegiatan mengajar ke dalam empat kelompok berdasarkan usia, minat, dan materi pembelajaran. Kelompok pertama mendampingi anak-anak usia dini dengan materi kisah-kisah nabi, yang disampaikan melalui metode bercerita, tanya jawab, serta interaksi ringan agar anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai keteladanan para nabi. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi menyenangkan dan mendorong anak-anak untuk lebih aktif berpartisipasi.
Kelompok kedua berfokus pada pembelajaran adzan bagi anak-anak laki-laki. Dalam kelompok ini, mahasiswa membimbing santri mulai dari pengenalan lafaz adzan, pelafalan yang benar, hingga praktik adzan secara bergantian. Anak-anak terlihat bersemangat dan percaya diri saat mencoba mengumandangkan adzan, sementara mahasiswa memberikan arahan dan koreksi secara sabar agar bacaan sesuai dengan kaidah yang benar.
Selanjutnya, kelompok ketiga mendampingi anak-anak perempuan dalam pembelajaran tajwid dan kaligrafi. Pada sesi tajwid, santri diajak memahami dasar-dasar hukum bacaan Al-Qur’an dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik kaligrafi, di mana santri menyalurkan kreativitas melalui penulisan huruf Arab dengan rapi dan indah. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga melatih ketelitian dan kreativitas santri.
Sementara itu, kelompok keempat membina santri yang memiliki minat dan bakat dalam pidato. Pada kelompok ini, mahasiswa KKN melatih santri untuk berbicara di depan umum dengan baik, mulai dari penyusunan teks sederhana, teknik penyampaian, hingga latihan keberanian dan intonasi suara. Para santri tampak sangat antusias dan percaya diri saat menyampaikan pidato singkat di hadapan teman-temannya.
Secara keseluruhan, kegiatan mengajar di pondok pesantren ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Antusiasme santri serta interaksi yang hangat antara mahasiswa dan peserta didik menjadi nilai positif dalam pelaksanaan kegiatan ini. Melalui program ini, mahasiswa KKN UNILA Desa Batu Menyan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan keagamaan serta mempererat hubungan antara mahasiswa, pondok pesantren, dan masyarakat sekitar.
