Bandar Lampung — Pada 23 Januari 2026, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelurahan Kuripan 2 melaksanakan Program Kerja Sosialisasi Sahabat (Cegah Bullying) dan Pilah Ceria (Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik) di MI Jamiatul Islamiyah Kelurahan Kuripan. Kegiatan ini dirancang sebagai upaya edukasi karakter dan lingkungan bagi anak-anak sekolah dasar melalui pendekatan yang partisipatif dan berbasis pengalaman langsung.
Dalam pelaksanaan program Sahabat, mahasiswa KKN memberikan materi tentang pengertian bullying, bentuk-bentuknya, serta cara bersikap apabila menjadi korban atau saksi perundungan. Untuk mengukur efektivitas pemahaman siswa, kegiatan ini disertai dengan pre-test dan post-test. Metode ini digunakan secara luas dalam pendidikan untuk menilai peningkatan pengetahuan setelah intervensi pembelajaran. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa setelah sosialisasi, anak-anak lebih mampu mengidentifikasi perilaku bullying dan memahami pentingnya saling menghargai di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari pendekatan psikososial, mahasiswa KKN juga menghadirkan Pohon Cerita, yaitu media tempat siswa dapat menuliskan atau menggambar pengalaman serta perasaan mereka terkait pergaulan di sekolah. Media ini berfungsi sebagai ruang aman bagi anak untuk mengekspresikan emosi dan pengalaman sosialnya, yang dalam kajian pendidikan anak dianggap penting untuk membangun kesadaran diri dan empati.
Sementara itu, melalui program Pilah Ceria, mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pemilahan sampah dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik serta memberikan penjelasan praktis mengenai jenis-jenis sampah dan dampaknya terhadap lingkungan. Anak-anak tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan membuang sampah sesuai kategorinya. Pendidikan lingkungan sejak usia sekolah dasar terbukti efektif membentuk perilaku berkelanjutan dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini dapat terlihat partisipasi siswa dalam diskusi, hasil post-test yang lebih baik dibandingkan pre-test, serta antusiasme anak-anak dalam menggunakan pohon cerita dan tempat sampah terpilah. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif yang interaktif mampu meningkatkan pemahaman sekaligus kesadaran sosial dan lingkungan siswa.
Pada hari yang sama, kegiatan KKN juga dirangkaikan dengan kunjungan Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Kusuma Adhianto, ke Posko KKN Kelurahan Kuripan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pelaksanaan program kerja, memberikan arahan, serta memastikan kegiatan KKN berjalan sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat. Setelah itu, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam kegiatan senam rutin bersama ibu-ibu di Kelurahan Kuripan, sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat dan penguatan interaksi sosial dengan warga.
Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelurahan Kuripan 2 tidak hanya menjalankan fungsi edukasi di sekolah, tetapi juga memperkuat keterlibatan dengan masyarakat dan pemerintah kelurahan, sehingga program KKN dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.



