Bandar Lampung, 26 Januari 2026- Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN menginisiasi program lingkungan hidup yang berfokus pada pengolahan limbah melalui pembuatan kotak sampah.
Tim mahasiswa memilih untuk memanfaatkan ember cat besar bekas sebagai bahan utama. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, selain karena ketersediaannya yang melimpah di lingkungan sekitar, penggunaan ember cat bekas juga menjadi contoh nyata penerapan untuk meningkatkan nilai guna barang yang sudah tidak terpakai menjadi barang yang bermanfaat bagi kepentingan publik.
Proses pengerjaan diawali dengan tahap pembersihan menyeluruh terhadap sisa-sisa cat yang mengeras agar wadah aman digunakan dan cat baru dapat menempel dengan sempurna. Setelah bersih, mahasiswa melakukan modifikasi fisik sesuai kebutuhan fungsional masing-masing kategori sampah.
Penggunaan ember cat besar ini dinilai sangat efisien karena material plastiknya yang tebal memiliki daya tahan yang kuat terhadap perubahan cuaca, sehingga sangat cocok diletakkan di berbagai titik strategis desa.
Estetika dan edukasi menjadi fokus utama pada tahap penyelesaian melalui proses pengecatan ulang dengan warna-warna simbolik. Mahasiswa membagi ember-ember tersebut ke dalam dua kategori warna yang kontras, yakni hijau untuk sampah organik dan kuning untuk sampah non-organik.
Warna hijau melambangkan alam dan pertumbuhan, selaras dengan sifat sampah organik yang bisa kembali ke tanah sebagai pupuk. Sementara warna kuning yang mencolok digunakan untuk sampah non-organik agar warga lebih waspada dan teliti dalam memisahkan limbah plastik, kaleng, atau kaca yang memiliki potensi untuk didaur ulang kembali.
Kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian desa dalam mengelola kebersihan lingkungannya sendiri. Dengan menempatkan pasangan ember cat berwarna hijau dan kuning ini di area publik, mahasiswa berusaha menanamkan kebiasaan baru di tengah masyarakat agar lebih bijak dalam memilah sampah.
Melalui inovasi sederhana ini, mahasiswa KKN berharap dapat meninggalkan jejak manfaat yang berkelanjutan, di mana pemilahan sampah tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan sebuah budaya positif yang dimulai dari pemanfaatan barang-barang bekas di sekitar kita.
