
Bandar Lampung, 27 Januari 2026. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat hari ini diawali dengan aksi gotong royong yang melibatkan sinergi penuh yang dilakukan antara mahasiswa KKN Universitas Lampung dan warga kelurahan Perwata 2. Fokus utama dari pergerakan ini adalah membersihkann titik – titik penumpukkan sampah liar drainase saluran utama di Jalan Katu 1. Dalam dinamika kegiatan gotong royong tersebut, Mahasiswa KKN Universitas Lampung tidak hanya hadir sebagai partisipasi saja. Melainkan mengambil peran strategis sebagai penggerak yang berhasil memicu kembalinya antusianisme masyarkat untuk menghidupkan budaya kerja bakti yang mulai memudar di era modern.
Pasca kegiatan aksi gotong royong, mahasiswa KKN Universitas Lampung segera melangkah ke fase berikutnya yaitu, melakukan sosialisasi secara intensif mengenai siklus hidup maggot atau Black Soldier Fly ( BSF ) Sebagai solusi jangka panjang. Mahasiswa memperkenalkan konsep biokonversi sampah yang dimana sebuah metode inovatif yang telah memanfaatkan agen hayati untuk mengurai limbah organik rumah tangga secara cepat dan tidak menimbulkaan bau. Guna memberikan bukti nyata kepada masyarakat. Mahasiswa telah melakukan observasi mandiri atau intensif selama dua minggu terakhir untuk memantau setiap tahapan perkembangan larva ini telah memastikan bahwa teknologu tepat ini dapat diadaptasi dengan mudah oleh masyarakat kelurahan Perwata.
Dengan memasuki fase pengenalan di minggu kedua. Data Lapangan menunjukkan adanya perkembangan biologis yang sangat signifikan dan terukur seperti :

- Eksalasi Transformasi Ukuran dan Morfologi : Maggot yang awalnya adalah siklus yang memiliki ukuran beberapa milimeter dan nyaris tidak terlihat. Kini telah mengalami pergantian kulit hingga memasuki fase instar 4 atau 5. Secara Visual Terjadi lonjakkan pertumbuhan biomassa yang sangat tajam. Hal ini merupakan kolerasi positif dari tingginya laju konsumsi terhadap sampah organik yang disuplai secaara rutin dari sisa sampah organik. Dalam tahap ini maggot berada pada kondisi fisik yang paling optimal untuk mengelolah limbah dalam jumlah besar.
- Optimalisasi Aktivitas Dekomposisi: Dalam Kurun waktu 14 hari pemeliharaan. daya urai maggot telah menunjukkan efektivitas yang luar biasa dalam meruduksi volume sampah organik. Melalui fenomena ini telah membutktikan bahwa bikonversi maggot merupakan solusi paling efisien untuk menekankan penumpukkan sampah organik serta membatu dalam meminimalisir aroma tidak sedaap yang biasanya muncul dari proses pembusukan alami.
Sebagai penutup dalam kegiatan hari ini, melalui integrasi antara semangat gotong royong bersama masyarakat dan penerapan teknologi yang tepat diharapkan tidak hanya berhenti dalam masa kegiatan KKN saja. Kami juga berharap semoga sistem pengelolaan sampah organik melalui magot ini dapat terus dikelola dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Dengan demikian, Kelurahan Perwata tidak hanya dikenal karena kebersihan lingkungan tetapi juga kemandirian dalam mengubah limbah organik dan dapat menciptakan lingkungan perkonomian yang baik berkelanjutan dimasa depan
