Desa Sungai Langka, 24 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) berpartisipasi dalam kegiatan PLI (Pertemuan Lengkap Institusi) yang dilaksanakan di Desa Sungai Langka. Kegiatan ini menjadi forum penting yang mempertemukan berbagai unsur kelembagaan desa, seperti perangkat desa, kader kesehatan, PKK, bidan desa, serta perwakilan masyarakat untuk membahas program-program pembangunan dan kesehatan yang ada di desa.
Kehadiran mahasiswa KKN Unila dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan PLI berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan serius, serta terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antara pihak desa dan mahasiswa KKN.
Setelah rangkaian kegiatan utama PLI selesai, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh perwakilan mahasiswa KKN Universitas Lampung mengenai stunting dan MPASI. Materi ini disampaikan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kepada para kader dan ibu-ibu yang memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi anak.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam waktu yang lama, terutama pada masa seribu hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kecerdasan, serta daya tahan tubuh. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang.

Mahasiswa KKN juga menyampaikan bahwa faktor penyebab stunting sangat beragam, mulai dari kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak, pola asuh yang belum optimal, hingga kondisi kebersihan lingkungan dan sanitasi yang kurang baik. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai MPASI atau Makanan Pendamping ASI. Dijelaskan bahwa MPASI mulai diberikan kepada bayi ketika memasuki usia enam bulan, karena pada usia tersebut kebutuhan gizi bayi sudah tidak dapat dipenuhi oleh ASI saja. MPASI harus mengandung zat gizi yang lengkap dan seimbang agar dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Mahasiswa KKN memberikan contoh bahwa MPASI dapat dibuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti nasi, kentang, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sayuran, dan buah-buahan. Selain kandungan gizi, tekstur makanan juga harus disesuaikan dengan usia anak, dimulai dari tekstur lumat, kemudian lembek, hingga secara bertahap menuju makanan keluarga. Kebersihan dalam proses pengolahan MPASI juga ditekankan agar makanan yang diberikan tetap aman dan sehat bagi anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Sungai Langka semakin memahami pentingnya pencegahan stunting serta mampu menerapkan pola pemberian MPASI yang tepat bagi anak. Kegiatan PLI yang dipadukan dengan edukasi kesehatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung program desa dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan keluarga.
Partisipasi mahasiswa KKN Universitas Lampung dalam kegiatan PLI Desa Sungai Langka menunjukkan komitmen mereka untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi tumbuh kembang anak-anak serta kualitas kesehatan masyarakat Desa Sungai Langka secara keseluruhan.

