Waringinsari Timur, 27 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan “Pengolahan Alternatif Pakan Ternak dari Limbah Mocaf” sebagai bagian dari program edukasi dan pemberdayaan masyarakat di Desa Waringinsari Timur. Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan limbah kulit singkong sebagai bahan baku pakan ternak alternatif melalui metode fermentasi.
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan limbah hasil olahan singkong, khususnya kulit singkong dari proses produksi tepung mocaf, yang selama ini cenderung terbuang atau belum dikelola secara optimal. Padahal, limbah kulit singkong memiliki potensi ekonomi dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan apabila diolah dengan metode yang tepat dan aman bagi ternak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T memberikan edukasi kepada para peternak di Desa Waringinsari Timur mengenai potensi kulit singkong sebagai pakan ternak alternatif. Edukasi difokuskan pada pengenalan kandungan kulit singkong, risiko kandungan sianida apabila tidak diolah dengan benar, serta pentingnya proses fermentasi untuk menurunkan kadar racun, menjaga kandungan nutrisi, dan meningkatkan daya cerna pakan bagi ternak.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan disampaikan melalui pemaparan materi dan penjelasan teknis mengenai tahapan pengolahan kulit singkong menjadi pakan fermentasi. Peserta diberikan pemahaman tentang proses pencacahan bahan, pencampuran dengan bahan pendukung fermentasi, hingga penyimpanan yang sesuai agar hasil pakan aman dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penjelasan dilakukan secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami dan dapat dipraktikkan langsung oleh para peternak.
Target utama dari kegiatan ini adalah peternak di Desa Waringinsari Timur, khususnya peternak skala kecil yang masih bergantung pada pakan pabrikan dengan biaya relatif tinggi. Dengan adanya alternatif pakan dari limbah mocaf, diharapkan peternak dapat menekan biaya produksi, sekaligus memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, di mana sisa hasil produksi tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya yang bernilai guna. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pembangunan desa berkelanjutan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan pengelolaan lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif para peternak dalam sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya terkait efektivitas pakan fermentasi dan peluang penerapannya dalam skala rumah tangga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong inovasi lokal serta memperkuat kemandirian peternak di Desa Waringinsari Timur.
Melalui kegiatan Pengolahan Alternatif Pakan Ternak dari Limbah Mocaf, mahasiswa KKN-T Universitas Lampung berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas peternak, mengurangi limbah produksi mocaf, serta mendukung terciptanya sistem pertanian dan peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di tingkat desa.
