Pringsewu, 28 Januari 2026 — Adat nyanding merupakan salah satu tradisi penting dalam adat Lampung yang dilaksanakan dalam rangkaian acara pernikahan. Tradisi ini umumnya dilangsungkan di kediaman mempelai pria sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat serta ungkapan rasa syukur atas berlangsungnya pernikahan. Adat nyanding memiliki makna mendalam, yaitu sebagai simbol penerimaan, kebersamaan, serta doa restu dari keluarga dan masyarakat kepada kedua mempelai.

Pelaksanaan adat nyanding Lampung berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Prosesi ini dimeriahkan dengan berbagai rangkaian kegiatan adat, salah satunya penampilan tarian adat Lampung yang menjadi ciri khas dan daya tarik utama. Tarian adat tersebut melambangkan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung, seperti keharmonisan, rasa hormat, dan kebersamaan. Iringan musik tradisional turut memperkuat nuansa sakral sekaligus menambah semarak suasana acara.
Dalam kegiatan adat nyanding ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) turut berpartisipasi aktif bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN Unila menjadi bentuk dukungan nyata dalam upaya pelestarian budaya adat Lampung. Mahasiswa membantu dalam persiapan acara, mendukung kelancaran prosesi, serta ikut memeriahkan kegiatan adat sebagai bagian dari pembelajaran sosial dan budaya di tengah masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa KKN Unila dalam pelaksanaan adat nyanding Lampung mencerminkan sinergi yang baik antara dunia akademik dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal dan memahami adat istiadat Lampung, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal. Sementara itu, masyarakat merasa terbantu dan bangga karena tradisi adat Lampung tetap dijaga dan dihargai oleh generasi muda.

Pelaksanaan adat nyanding Lampung di kediaman mempelai pria ini diharapkan dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Lampung. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKN Unila, adat nyanding tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga warisan budaya yang terus hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
