Kamis, 29 Januari 2026- Masalah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dasar menjadi perhatian serius mahasiswa KKN periode ini. Bertempat di SDN 2 Harapan Jaya, Korpri, para mahasiswa sukses menggelar kegiatan sosialisasi ANTI BULLYING. Kegiatan ini tidak hanya berisi ceramah satu arah, namun dikemas secara interaktif untuk memastikan pesan tersampaikan ke hati para siswa.
Kegiatan ini diawali dengan sesi ice breaking yang sangat meriah untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan antara mahasiswa dengan para siswa. Melalui permainan “Tepuk Sahabat” dan simulasi pujian tulus, atmosfer kelas yang semula tegang berubah menjadi penuh keceriaan. Langkah awal ini sangat penting untuk memastikan para siswa merasa nyaman dan terbuka sebelum masuk ke inti penyampaian materi mengenai dampak buruk tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Dalam sesi inti, mahasiswa memaparkan materi tentang bullying dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak. Fokus materi bukan hanya sekadar larangan, melainkan lebih ditekankan pada pengenalan jenis-jenis perundungan, baik verbal maupun fisik, serta bagaimana cara meresponsnya jika melihat atau mengalami kejadian tersebut. Edukasi ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati sejak dini agar siswa memahami bahwa setiap perkataan dan perbuatan mereka memiliki dampak besar bagi perasaan orang lain, sehingga diharapkan tercipta budaya saling menghargai di lingkungan SDN 2 Harapan Jaya.
Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah hadirnya “Pohon Perasaan” sebagai media katarsis bagi para siswa. Mahasiswa mengajak anak-anak menuliskan curahan hati, keresahan, maupun harapan mereka pada potongan kertas berbentuk daun, yang kemudian ditempelkan pada dahan pohon buatan. Aktivitas ini menjadi wadah emosional yang efektif, di mana banyak siswa mulai berani mengungkapkan keinginan mereka untuk memiliki lingkungan pertemanan yang saling mendukung tanpa ada diskriminasi atau ejekan. Pohon ini kini menjadi simbol komitmen bersama bahwa setiap suara anak berharga dan patut didengarkan.
Sebagai penutup kegiatan yang ikonik, para siswa secara bergantian melakukan aksi deklarasi melalui Frame Foto DIY (Do It Yourself) yang telah disiapkan secara kreatif oleh tim KKN. Dengan memegang bingkai bertuliskan pesan-pesan perdamaian, anak-anak berpose dengan penuh semangat sebagai simbol bahwa mereka kini adalah “Agen Perubahan” yang menolak segala bentuk kekerasan di sekolah. Foto-foto tersebut tidak hanya menjadi kenang-kenangan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa sosialisasi ini berhasil menumbuhkan semangat baru bagi warga SDN 2 Harapan Jaya untuk terus menjaga kerukunan dan persaudaraan antar sesama siswa.
