Bandar Lampung, 29 Januari 2026 — Dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis KKN Berdampak dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemenuhan Kebutuhan Pangan secara Mandiri melalui Integrated Farming System” pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Aula Kantor Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ketua RT, PKK, kader, SAPA, masyarakat umum, serta perwakilan mahasiswa KKN dari seluruh kelompok KKN se-Kecamatan Labuhan Ratu. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan yang diawali dengan proses registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh pihak Kelurahan Sepang Jaya. Selain itu, kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Kecamatan Labuhan Ratu dalam rangka memantau dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, pihak kelurahan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan inti diisi dengan penyampaian materi oleh para dosen yang terlibat, yang membahas konsep Integrated Farming System (IFS) dari berbagai sudut pandang keilmuan. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.P., yang membahas tentang integrasi ternak sapi dengan bahan pangan. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana sistem peternakan dapat terintegrasi dengan pertanian untuk menghasilkan siklus produksi yang efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Priyambodo, S.Pd., M.Sc. (Biologi/MIPA) yang mengulas secara komprehensif mengenai konsep Integrated Farming System. Beliau menekankan pentingnya keterpaduan antara sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan serta memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.
Materi ketiga disampaikan oleh Sofyan Musyabiq, S.Gz., M.Gizi. (Gizi/FK) yang membahas tentang gizi seimbang pada remaja. Pemaparan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi yang baik sejak usia remaja sebagai investasi kesehatan jangka panjang, sekaligus mengaitkannya dengan ketersediaan pangan hasil integrated farming.
Sebagai penutup sesi materi, Deny Sapto Condro Utomo, S.Pi., M.Si. (Jurusan Perikanan) menyampaikan materi mengenai budidaya ikan dalam ember (Budikdamber). Tidak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami langkah-langkah sederhana dalam menerapkan budidaya ikan skala rumah tangga yang mudah dan ekonomis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Kelurahan Sepang Jaya dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mengelola sistem pertanian terpadu, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, meningkatkan kesejahteraan, serta mendukung terwujudnya program KKN Berdampak yang berorientasi pada solusi nyata di tengah masyarakat.

