
Way Galih, 30 Januari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung pada hari ini melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan briket berbahan limbah sekam padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Desa Way Galih. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Way Galih dan diikuti oleh ibu-ibu kader PKK.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi sekam padi sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki nilai guna. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa limbah sekam padi, yang umumnya hanya dibuang atau dibakar, dapat diolah menjadi briket sebagai sumber energi rumah tangga bahkan menambah nilai ekonomis.
Setelah sesi pematerian, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan briket. Ibu-ibu kader PKK diajak untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan proses, mulai dari menyiapkan sekam padi yang telah dibakar atau disangrai hingga menghitam, hingga pembuatan bahan perekat. Perekat dibuat dari tepung tapioka (aci) yang dicampur dengan air panas dan diaduk hingga mengental menyerupai lem.
Sekam padi yang telah menghitam kemudian dicampurkan dengan perekat dan diadon hingga merata. Adonan tersebut selanjutnya dipadatkan menggunakan pipa paralon hingga membentuk briket menyerupai arang. Briket yang telah dicetak kemudian dijemur selama beberapa hari hingga benar-benar kering.
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu kader PKK tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Diharapkan, pemanfaatan limbah sekam padi menjadi briket ini dapat menjadi alternatif bahan bakar sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
