Bandar Lampung, 30 Januari 2026 — Memasuki hari ke-22 pelaksanaan KKN, Kelompok Nunyai 2 kembali menunjukkan dedikasinya dalam menuntaskan program kerja unggulan di bidang lingkungan. kami membagi fokus antara pengerjaan fisik di lapangan yang menguras tenaga dengan perencanaan strategis untuk agenda besar kami di hari Minggu mendatang.
Mematangkan Instalasi Rumah Maggot di Kediaman Pak Toni
Kegiatan pagi hingga siang hari kami pusatkan di rumah Bapak Toni, Ketua RT 07 Lingkungan II. Di sini, kami melanjutkan penyelesaian detail pada instalasi Rumah Maggot. Pekerjaan fisik kali ini tidaklah mudah; kami fokus pada pembuatan wadah-wadah khusus yang akan menjadi tempat tumbuh kembang maggot dengan ukuran yang presisi agar ruang gerak larva terjaga optimal.
Selain pembuatan wadah, kami juga melakukan tindakan preventif dengan memasang pelapis atap tambahan. Mengingat cuaca yang sering kali tidak menentu, pelapis ini berfungsi untuk memastikan kandang tetap kering dan tidak mengalami kebocoran saat hujan deras, sehingga siklus penguraian sampah organik di dalamnya tidak terganggu. Tidak hanya soal teknis, kami juga bergotong royong merapikan dan menata ulang tata letak pekarangan Pak Toni. Tujuannya adalah agar area tersebut tidak hanya fungsional sebagai tempat budidaya, tetapi juga terlihat luas, bersih, dan nyaman bagi warga yang ingin datang berkunjung untuk belajar nantinya.
Persiapan Matang Menuju Sosialisasi Pupuk Organik Cair (POC)
Setelah menyelesaikan pekerjaan fisik di RT 07, seluruh anggota kelompok kembali berkumpul untuk memfokuskan energi pada persiapan acara hari Minggu, yaitu Sosialisasi Pupuk Organik Cair (POC). Kami menyadari bahwa keberhasilan sebuah acara sangat bergantung pada koordinasi di balik layar yang matang. Oleh karena itu, kami mengadakan rapat internal yang cukup intens untuk membahas beberapa poin krusial:
- Pembagian Tugas (Job Desk): Kami memastikan setiap anggota memiliki peran yang spesifik, mulai dari pemateri yang akan memaparkan teori, fasilitator praktik, bagian logistik yang menyiapkan alat, hingga tim dokumentasi.
- Penyusunan Rangkaian Acara (Rundown): Kami menyusun jadwal kegiatan secara mendetail, mulai dari pembukaan hingga sesi praktik langsung, agar waktu sosialisasi berjalan efektif dan tidak membosankan bagi warga.
- Inventarisasi Alat dan Bahan: Tim logistik melakukan pengecekan ganda terhadap bahan-bahan yang dibutuhkan untuk demonstrasi pembuatan pupuk, seperti sisa limbah organik, starter (EM4), molase, hingga botol-botol wadah fermentasi.
Persiapan yang kami lakukan hingga malam hari ini merupakan bentuk keseriusan Kelompok Nunyai 2 dalam memberikan edukasi yang berkualitas bagi masyarakat Kelurahan Rajabasa Nunyai. Kami berharap melalui sosialisasi ini, warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mengolah limbah rumah tangga mereka menjadi sesuatu yang bernilai guna bagi tanaman dan lingkungan.
