BANDAR LAMPUNG – Menginjak Day 18 masa pengabdian, mahasiswa KKN Kelurahan Panjang Selatan sukses melaksanakan agenda besar dalam matriks program kerja Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Fokus utama kegiatan hari ini adalah sosialisasi mengenai peran sentral figur ibu dalam membentuk karakter serta mental anak yang tangguh guna mencegah perilaku perundungan (bullying).



Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan rapat rutin PKK ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 61 ibu-ibu anggota PKK Kelurahan Panjang Selatan hadir memenuhi lokasi acara, menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap pola asuh anak di lingkungan keluarga.
Sinergi dalam Matriks Pemberdayaan Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN memaparkan materi mengenai pentingnya rumah sebagai fondasi utama pendidikan karakter. Ibu-ibu PKK dibekali pemahaman strategis tentang cara mendeteksi dini bibit perilaku bullying serta teknik komunikasi efektif untuk membangun mental anak yang suportif dan penuh empati
Diskusi Aktif dan Partisipatif Kehadiran 61 peserta menciptakan dinamika diskusi yang sangat hidup. Para ibu tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif berbagi keluh kesah serta pengalaman nyata dalam mendidik anak di era digital. Mahasiswa KKN berperan aktif sebagai fasilitator, menghubungkan materi pemberdayaan dengan solusi praktis yang bisa diterapkan di rumah masing-masing.
“Melihat antusiasme 61 ibu-ibu yang hadir di Day 18 ini, kami optimis bahwa pesan ‘Anti-Bullying’ akan tersampaikan secara masif ke tiap rumah di Panjang Selatan. Ibu adalah kunci utama pembentuk mental generasi mendatang,” ungkap salah satu anggota tim KKN.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan kelurahan yang aman bagi anak-anak. Melalui aksi nyata di hari kedelapan belas ini, sinergi antara mahasiswa dan penggerak PKK diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi ketahanan mental keluarga di Panjang Selatan.
