BANDAR LAMPUNG – Puncak rangkaian program kesehatan mahasiswa KKN Kelurahan Panjang Selatan resmi ditutup pada Day 20 dengan aksi nyata yang edukatif. Bertempat di Poskeskel, tim melaksanakan sosialisasi terakhir mengenai pencegahan anemia, stunting, dan pentingnya sanitasi lingkungan yang dihadiri oleh 21 orang ibu dari gabungan Lingkungan 1 dan Lingkungan 2.



Kegiatan ini menjadi istimewa karena mahasiswa memberikan solusi praktis melalui pemberian Puding Bayam. Inovasi menu ini diperkenalkan sebagai cara kreatif untuk mengatasi anak yang sulit mengonsumsi sayuran, sekaligus menjadi sumber zat besi yang sangat efektif untuk mencegah anemia sejak dini.
Puding Bayam: Solusi Gizi di Tengah MasyarakatDalam sesi ini, setiap peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung mencicipi dan dikasih Puding Bayam yang telah disiapkan secara khusus pada hari sebelumnya. Mahasiswa menjelaskan bahwa kandungan zat besi dalam bayam sangat krusial dalam pembentukan sel darah merah, yang jika tercukupi, dapat mencegah anak mengalami kondisi stunting di kemudian hari.
Menutup Rangkaian Program dengan Manfaat NyataSelain pemberian makanan bergizi, mahasiswa juga menekankan pentingnya sanitasi lingkungan sebagai faktor pendukung kesehatan anak. Dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang, edukasi ini diharapkan mampu memberikan dampak yang merata di dua lingkungan sekaligus
“Di Day 19 kami menyiapkan resepnya, dan di Day 20 ini kami bagikan hasilnya. Melihat antusiasme para ibu saat mencicipi puding bayam ini memberikan kepuasan tersendiri, karena kami tahu ilmu ini akan sangat berguna bagi dapur keluarga mereka,” ujar salah satu anggota mahasiswa KKN.
Acara diakhiri dengan pembagian materi sanitasi dan foto bersama. Dengan selesainya kegiatan ini, mahasiswa KKN Panjang Selatan telah berhasil menyelesaikan seluruh target program kerja kesehatan mereka dengan cara yang manis dan bermanfaat.
