Sabah Balau, 30 Januari 2026 – Pada hari ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan kegiatan pengambilan rumput di lahan milik keluarga Bapak Bambang, selaku anggota Kelompok Tani sekaligus Kepala Koperasi Merah Putih Desa Sabah Balau. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program kerja PAFERNAK (Pakan Fermentasi Ternak/Silase) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Rumput yang diambil merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan pakan ternak fermentasi, karena memiliki kandungan serat yang baik untuk ternak ruminansia seperti sapi dan kambing. Proses pengambilan rumput dilakukan secara manual dengan menggunakan alat sederhana, seperti sabit dan karung, sehingga mahasiswa dapat terlibat langsung dan memahami proses awal pengadaan bahan pakan ternak.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung mengenai jenis rumput yang layak digunakan sebagai bahan silase. Hal ini menjadi pengalaman berharga, khususnya bagi mahasiswa yang ingin memahami lebih dalam terkait pemanfaatan sumber daya alam sekitar sebagai pakan ternak yang ekonomis dan berkelanjutan.
Setelah rumput terkumpul, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan menyiapkan seluruh bahan dan alat yang akan digunakan dalam proses pembuatan silase, seperti drum atau wadah fermentasi, plastik penutup, serta bahan tambahan lainnya yang dibutuhkan. Seluruh persiapan ini dilakukan secara bertahap agar kegiatan pelaksanaan PAFERNAK keesokan harinya dapat berjalan dengan lancar.
Kegiatan persiapan ini juga menjadi bentuk keseriusan mahasiswa dalam merencanakan dan melaksanakan program kerja secara matang, tidak hanya saat hari pelaksanaan, tetapi juga sejak tahap persiapan awal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar pentingnya manajemen waktu, pembagian tugas, serta koordinasi antar anggota kelompok.
Melalui program PAFERNAK, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap dapat memberikan edukasi dan solusi alternatif bagi peternak di Desa Sabah Balau dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak secara mandiri. Diharapkan, pakan fermentasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pakan, menekan biaya produksi, serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan masyarakat desa.

