Day 25 jadi salah satu hari yang paling berasa lengkap buat kami, karena ada kegiatan yang bentuknya nyata di lapangan dan ada juga kegiatan yang fokusnya ke dokumentasi akhir supaya perjalanan KKN di Segala Mider bisa terekam dengan rapi. Pagi sampai siang kami mengurus pemberian bak sampah ke kelurahan. Sebelum berangkat kami pastikan dulu bak sampahnya siap dipakai, kondisinya layak, bersih, dan gampang ditempatkan di titik yang nanti ditentukan pihak kelurahan. Kami juga menyiapkan hal-hal kecil yang kelihatannya sepele tapi penting, seperti memastikan dokumentasi ada, siapa yang pegang foto, siapa yang mencatat, dan siapa yang menyampaikan maksud kegiatan.
Saat sampai di kelurahan, kami menyerahkan bak sampah tersebut kepada pihak kelurahan sebagai bentuk dukungan untuk pengelolaan lingkungan. Kami menjelaskan bahwa tujuan dari pemberian ini bukan hanya sekadar menyerahkan barang, tapi sebagai langkah kecil yang bisa membantu kebiasaan baik warga, terutama supaya pembuangan sampah tidak sembarangan dan bisa lebih terarah. Kami juga menyampaikan harapan agar bak sampah ini nantinya ditempatkan di lokasi yang benar-benar dibutuhkan dan dirawat bersama, karena pada akhirnya fasilitas hanya akan bermanfaat kalau dipakai dan dijaga bareng-bareng. Setelah penyerahan selesai, kami mendokumentasikan kegiatan dan merapikan catatan untuk kebutuhan laporan agar luaran program kerja lingkungan ini jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

Selesai agenda di kelurahan, kami lanjut rapat internal tentang konsep after movie. Kami ngobrol cukup detail tentang alur cerita video, mau dibuka dengan apa, bagian tengahnya menonjolkan kegiatan apa saja, dan bagaimana penutupnya supaya pesan pengabdian tetap terasa. Kami ingin after movie ini bukan sekadar potongan video yang ditempel asal, tapi benar-benar punya alur yang menggambarkan perjalanan kami dari awal koordinasi sampai hasil kegiatan, termasuk momen-momen kecil yang bikin KKN terasa hidup. Dari rapat itu kami bagi tugas siapa yang ngumpulin footage, siapa yang nyortir klip, siapa yang edit, dan siapa yang nyiapin teks atau narasi singkat biar penonton paham konteks tiap kegiatan.

Menjelang sore kami mulai proses pembuatan video after movie dengan lebih serius. Kami kumpulkan dokumentasi yang sudah ada, pilih klip yang paling nyambung untuk diceritakan, lalu mulai menyusun urutan sesuai konsep yang kami sepakati. Karena kami pengin visualnya juga enak ditonton, kami memutuskan untuk ambil beberapa footage tambahan yang suasananya lebih sinematik. Sore itu kami pergi ke Hutan Jati Panjang sambil sekalian cari momen sunset. Di sana kami ambil beberapa gambar suasana, jalan-jalan di antara pohon jati, dan potongan-potongan visual yang bisa dipakai sebagai transisi atau penutup video. Sunset yang kami kejar bukan cuma buat estetika, tapi juga buat ngasih rasa “closing” yang pas, semacam tanda bahwa rangkaian KKN kami sudah mendekati akhir dan semua yang sudah kami kerjakan punya cerita sendiri.
Malamnya kami kembali lagi ke proses editing, merapikan urutan klip, memilih bagian yang paling kuat untuk ditampilkan, dan memastikan after movie ini benar-benar mewakili apa yang kami lakukan di Segala Mider. Day 25 akhirnya terasa bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tapi juga soal merangkum perjalanan. Ada luaran yang bisa langsung dipakai kelurahan lewat bak sampah, dan ada luaran dokumentasi lewat after movie yang bisa jadi kenangan sekaligus bukti pengabdian kami selama KKN.
