
Purwosari – Pada Selasa 03 Februari 2026, mahasiswa KKN kelompok kami di Desa Purwosari melaksanakan kegiatan sosialisasi hari kedua mengenai stunting dan pemanfaatan bahan pangan lokal berupa jagung yang diolah menjadi susu jagung. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Teratai dan melibatkan ibu hamil, ibu balita, serta lansia sebagai sasaran utama program peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang stunting yang mencakup pengertian, faktor risiko, serta dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Mahasiswa menjelaskan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, serta pola makan bergizi seimbang bagi balita sebagai langkah strategis dalam mencegah terjadinya stunting di lingkungan desa.
Selanjutnya, mahasiswa memaparkan pemanfaatan jagung sebagai bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi yang bermanfaat. Jagung diolah menjadi susu jagung sebagai alternatif minuman bergizi yang praktis dan ekonomis. Proses pembuatan susu jagung dijelaskan secara rinci, mulai dari pemilihan bahan, tahap pengolahan, hingga manfaatnya bagi kesehatan ibu hamil dan balita.
Sebagai bagian dari kegiatan sosialisasi, mahasiswa juga membagikan sampel susu jagung kepada peserta yang hadir. Pembagian sampel ini bertujuan agar masyarakat dapat merasakan langsung hasil olahan pangan lokal, sekaligus mendorong mereka untuk mencoba membuat susu jagung secara mandiri di rumah.
Selain kegiatan sosialisasi gizi, mahasiswa juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah bagi lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lansia terhadap kondisi kesehatan mereka, sekaligus memberikan informasi awal mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan rutin.
Melalui kegiatan sosialisasi hari kedua ini, mahasiswa berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat Desa Purwosari tentang pencegahan stunting dan pemanfaatan pangan lokal yang bergizi. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan lansia, serta mendorong pemanfaatan potensi pangan lokal secara optimal di Desa Purwosari.
