Bandar Lampung, Sabtu 26 Juli 2025 — Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II turut ambil bagian dalam kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-343 Kota Bandar Lampung yang digelar secara megah dan meriah di kawasan Enggal, Bandar Lampung. Kehadiran para mahasiswa ini sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi aktif dalam perayaan budaya dan kebanggaan daerah tempat mereka mengabdi.

Perayaan tahun ini begitu istimewa karena berhasil mencetak sejarah baru melalui pemecahan Rekor MURI untuk sekubal raksasa terpanjang di Indonesia. Sekubal merupakan makanan khas Lampung berbahan dasar ketan dan santan, yang disusun secara memanjang hingga mencapai ratusan meter. Momen ini menjadi daya tarik utama dan berhasil menyedot perhatian masyarakat serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Mahasiswa KKN Unila yang hadir mengaku antusias dan bangga bisa menjadi saksi langsung peristiwa bersejarah tersebut. Selain sebagai pengalaman budaya yang berharga, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran luar kelas bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam warisan budaya lokal serta memperkuat rasa cinta terhadap daerah tempat mereka menjalankan pengabdian.
“Ini pengalaman luar biasa bagi kami. Tidak hanya menyaksikan pemecahan rekor, tetapi juga melihat bagaimana budaya Lampung dipertahankan dan dihidupkan dengan semangat kebersamaan,” ujar Giovani, salah satu mahasiswa KKN Unila dari Kelurahan Sukarame Baru.
Selain menyaksikan pemecahan rekor, para mahasiswa juga menikmati berbagai pertunjukan seni budaya, kuliner khas Lampung, dan pameran kerajinan lokal. Kegiatan ini memberi warna tersendiri dalam perjalanan KKN mereka, sekaligus memperluas wawasan sosial dan budaya di luar konteks akademik. Mahasiswa juga turut berinteraksi dengan masyarakat dan pengunjung lain yang hadir dalam suasana yang penuh semangat dan keakraban.

Partisipasi mahasiswa KKN Unila dalam HUT ke-343 ini mencerminkan semangat kolaboratif antara dunia akademik dan masyarakat lokal. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari generasi muda yang turut menjaga, menghormati, dan mempromosikan kekayaan budaya Lampung.
