Upaya peningkatan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan mulai diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Desa Serdang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, melalui realisasi program kerja unggulan berupa pembuatan incinerator atau tempat pembakaran sampah minim asap. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 24 Januari 2026, pukul 19.30 WIB, bertempat di Balai Dusun Mekar Jaya, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Program kerja yang dilaksanakan berupa pembuatan incinerator minim asap sebagai upaya membantu masyarakat Desa Serdang dalam mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan ramah lingkungan. Incinerator ini dirancang menggunakan sistem pembakaran bertingkat yang memungkinkan sampah terbakar lebih sempurna, sehingga dapat mengurangi volume sampah sekaligus menekan jumlah asap yang dihasilkan. Pembuatan incinerator dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti bata ringan atau bata hebel, semen, serta besi, sehingga konstruksinya sederhana, kuat, dan dapat direplikasi oleh masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan sampah yang hingga saat ini masih menjadi persoalan di Desa Serdang, khususnya di Dusun Mekar Jaya. Masyarakat selama ini masih mengandalkan pembakaran sampah secara terbuka sebagai solusi utama dalam menangani limbah rumah tangga sehari-hari. Kondisi tersebut terjadi karena belum tersedianya sarana dan prasarana pengolahan sampah yang memadai, sehingga masyarakat tidak memiliki alternatif lain dalam mengelola sampah.
Kondisi pengelolaan sampah di Desa Serdang saat ini masih belum berjalan secara efektif. Praktik pembakaran sampah secara terbuka masih banyak dilakukan oleh masyarakat karena dianggap paling praktis. Namun, pembakaran terbuka tersebut menimbulkan asap pekat dan bau tidak sedap yang dapat mencemari udara, mengganggu kenyamanan lingkungan, serta berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat.


Melalui program pembuatan incinerator minim asap ini, mahasiswa KKN 2026 berupaya mendorong terciptanya kondisi pengelolaan sampah yang seharusnya, yaitu sistem pengolahan sampah yang lebih aman, bersih, dan berkelanjutan. Dengan adanya incinerator, masyarakat diharapkan tidak lagi melakukan pembakaran sampah secara terbuka, melainkan menggunakan sarana pembakaran yang lebih ramah lingkungan sehingga pencemaran udara dapat diminimalkan.
Proses pembuatan incinerator dilakukan secara bertahap sesuai dengan alur pembuatan incinerator pada umumnya. Tahapan dimulai dari persiapan lokasi dan bahan, pembuatan struktur dasar, hingga penyusunan ruang pembakaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN turut dibantu oleh masyarakat setempat, khususnya para bapak-bapak Dusun Mekar Jaya yang ikut serta secara langsung dalam proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat ini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program.


Target yang ingin dicapai melalui program kerja pembuatan incinerator minim asap ini adalah tersedianya sarana pembakaran sampah yang ramah lingkungan di Desa Serdang. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan terjadi pengurangan volume sampah rumah tangga, menurunnya praktik pembakaran sampah secara terbuka, serta berkurangnya pencemaran udara akibat asap pembakaran.
Kelompok sasaran dari program kerja ini adalah masyarakat Desa Serdang, khususnya rumah tangga yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri. Selain itu, perangkat desa dan kelompok pemuda juga menjadi sasaran penting sebagai mitra dalam pengelolaan dan perawatan incinerator, agar fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Melalui pelaksanaan program kerja pembuatan incinerator minim asap ini, mahasiswa KKN 2026 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu masyarakat Desa Serdang mengatasi permasalahan sampah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
