Kelompok mahasiswa KKN dari wilayah Tanjung Senang baru saja menggelar kegiatan edukasi yang menyasar para pelaku usaha mikro dan kecil mengenai pentingnya beralih ke sistem pembayaran digital QRIS. Dalam pertemuan yang diadakan secara tatap muka dengan para pedagang pasar dan pemilik warung rumahan tersebut, para mahasiswa menjelaskan bagaimana cara kerja kode unik ini dalam mempermudah transaksi sehari-hari tanpa perlu repot menyiapkan uang kembalian. Mereka juga mendampingi langsung para pelaku usaha yang masih bingung dengan proses pendaftaran, mulai dari menyiapkan kelengkapan berkas hingga memastikan aplikasi pembayaran terpasang dengan benar di ponsel masing-masing. Langkah ini diambil karena melihat masih banyak pedagang tradisional yang merasa ragu atau takut akan keamanan transaksi non-tunai, sehingga kehadiran mahasiswa berfungsi sebagai jembatan untuk menghapus kekhawatiran tersebut dan memperkenalkan cara berjualan yang lebih modern dan tertata.
Selain memberikan bimbingan teknis, narasi yang dibangun dalam sosialisasi ini juga menekankan pada kerapihan pembukuan keuangan yang otomatis tercipta saat menggunakan QRIS. Para mahasiswa memaparkan bahwa dengan setiap rupiah yang masuk terekam secara sistematis, pemilik usaha tidak lagi harus pusing mencatat manual setiap barang yang terjual di buku saku yang seringkali hilang atau terselip. Hal ini sangat membantu para pelaku UMKM di Tanjung Senang untuk melihat perkembangan modal dan keuntungan mereka secara lebih nyata setiap bulannya, yang nantinya bisa menjadi bekal kuat jika mereka ingin mengajukan tambahan modal ke bank. Respon para pedagang pun terlihat sangat positif, di mana banyak dari mereka mulai menyadari bahwa mengikuti perkembangan teknologi bukan hanya soal gaya hidup, melainkan kebutuhan nyata agar usaha kecil mereka tidak tertinggal zaman dan tetap bisa melayani pelanggan yang kini semakin jarang membawa uang tunai di dompetnya.

