Sabah Balau, 3 Februari 2026 – Pada hari ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung melaksanakan peresmian program kerja besar, yaitu pembuatan Ikon Desa Ramah Lingkungan (ECOBRICK) yang berlokasi di Kantor Balai Desa Sabah Balau. Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program ECOBRICK yang telah dilaksanakan sejak tahap pengumpulan sampah plastik hingga proses perakitan dan pemasangan ecobrik.
Peresmian ikon desa ramah lingkungan ini secara resmi dilakukan oleh Bapak Pujianto, S.E. selaku Kepala Desa Sabah Balau dan turut dihadiri oleh seluruh aparatur Desa Sabah Balau. Acara peresmian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mahasiswa KKN dalam menghadirkan inovasi berbasis lingkungan di desa.

Dalam sambutannya, Bapak Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap hasil karya mahasiswa KKN Universitas Lampung. Beliau mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kreativitas, inovasi, serta dedikasi mahasiswa yang telah mampu mengubah sampah plastik menjadi sebuah ikon desa yang memiliki nilai edukatif dan estetika.
Bapak Kepala Desa juga memuji ide kreatif mahasiswa KKN Desa Sabah Balau, yang dinilai tidak hanya sekadar menjalankan program kerja, tetapi mampu menghadirkan sesuatu yang baru, unik, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Menurut beliau, ikon ecobrik ini dapat menjadi simbol kepedulian Desa Sabah Balau terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah.
Dengan diresmikannya Ikon Desa Ramah Lingkungan (ECOBRICK) ini, diharapkan masyarakat Desa Sabah Balau semakin termotivasi untuk memanfaatkan limbah sampah plastik menjadi berbagai produk kreatif lainnya yang bernilai guna. Ikon ini juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Melalui peresmian ini, mahasiswa KKN Universitas Lampung berharap Desa Sabah Balau dapat menjadi contoh desa ramah lingkungan bagi desa-desa lain di Kecamatan Tanjung Bintang. Program ECOBRICK ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan perubahan positif demi terciptanya desa yang lebih bersih, kreatif, dan berkelanjutan.
