Waringinsari Timur, 3 Februari 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Lampung melaksanakan program kerja terakhir bertajuk “Optimalisasi Limbah Rumah Tangga melalui Budidaya Aquaponik” sebagai bentuk penutup rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Waringinsari Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan konsep pengelolaan limbah rumah tangga, pertanian berkelanjutan, dan ketahanan pangan berbasis keluarga.
Program aquaponik diperkenalkan sebagai metode budidaya terpadu yang menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah) dalam satu sistem sirkulasi tertutup. Dalam sistem ini, kotoran ikan yang dihasilkan di dalam kolam akan diuraikan oleh bakteri menjadi nutrisi alami bagi tanaman. Tanaman kemudian berperan menyaring dan membersihkan air sebelum dialirkan kembali ke kolam ikan. Dengan mekanisme tersebut, aquaponik menjadi sistem yang efisien, ramah lingkungan, dan hemat air.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T menekankan pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai bagian dari sistem aquaponik. Limbah anorganik seperti botol plastik, gelas air mineral, dan jerigen bekas dimanfaatkan sebagai wadah tanam dan media pendukung instalasi aquaponik. Sementara itu, limbah organik rumah tangga dimanfaatkan secara tidak langsung sebagai sumber pakan dan nutrisi dalam siklus budidaya, sehingga limbah yang sebelumnya tidak bernilai dapat dioptimalkan menjadi sumber daya produktif.
Tanaman yang diperkenalkan dalam sistem aquaponik ini antara lain kangkung, sawi, brokoli, serta jenis sayuran daun lainnya yang mudah dibudidayakan dan memiliki nilai konsumsi tinggi. Adapun jenis ikan yang digunakan sebagai contoh adalah lele dan gurame, yang relatif mudah dipelihara dan sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat desa. Sistem ini dirancang agar dapat diterapkan pada lahan sempit, seperti pekarangan rumah, sehingga cocok bagi rumah tangga dengan keterbatasan ruang.
Program ini tidak hanya berorientasi pada aspek teknis budidaya, tetapi juga menekankan nilai pertanian berkelanjutan dan kemandirian pangan keluarga. Dengan menghasilkan protein hewani dan nabati secara simultan, aquaponik diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, sekaligus membuka peluang nilai ekonomis apabila dikembangkan dalam skala kecil.

Pelaksanaan kegiatan ini diselaraskan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) bulanan PKK Pekon Waringinsari Timur, sehingga anggota PKK menjadi audiens utama dalam kegiatan ini. Pemilihan PKK sebagai sasaran program didasarkan pada peran strategis perempuan dalam pengelolaan rumah tangga, pemanfaatan pekarangan, serta pengambilan keputusan terkait pangan keluarga. Melalui kegiatan ini, anggota PKK diharapkan dapat menjadi agen perubahan dalam penerapan praktik pengelolaan limbah dan ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan anggota PKK dalam sesi diskusi dan tanya jawab, terutama terkait kemungkinan penerapan aquaponik di rumah masing-masing, pemilihan bahan yang mudah diperoleh, serta perawatan sistem agar tetap berfungsi optimal. Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam upaya pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui program “Optimalisasi Limbah Rumah Tangga melalui Budidaya Aquaponik”, mahasiswa KKN-T Universitas Lampung berharap dapat meninggalkan warisan pengetahuan dan praktik sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Program ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan KKN yang menegaskan pentingnya sinergi antara pengelolaan lingkungan, ketahanan pangan, dan pemberdayaan masyarakat desa.
