Suasana sore di Pekon Tri Tunggal Mulya terasa hangat saat para mahasiswa KKN Tematik Universitas Lampung melakukan kunjungan ke rumah warga. Kegiatan jalan-jalan sore ini bertujuan untuk memantau potensi industri rumahan yang bisa dikembangkan lebih jauh di desa tersebut. Langkah kaki para mahasiswa terhenti di kediaman Bapak Parto yang memang dikenal aktif dalam usaha pengolahan pangan lokal. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menyinkronkan program kampus dengan kebutuhan nyata Bapak Parto dalam memproduksi olahan singkong. Mahasiswa ingin memastikan bahwa visi industrialisasi mocaf dapat menyentuh langsung pelaku usaha kecil yang sudah memiliki dasar produksi. Pertemuan santai di teras rumah tersebut kemudian berkembang menjadi diskusi mengenai inovasi produk berbahan dasar singkong. Melalui pendekatan personal ini, mahasiswa membangun komunikasi yang erat untuk memulai langkah perubahan dari skala rumah tangga.
Bapak Parto menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan menunjukkan ketertarikannya yang besar terhadap inovasi tepung mocaf. Sebagai produsen kripik singkong dan pisang, beliau menyadari bahwa diversifikasi produk sangat penting untuk kemajuan usahanya. Ketertarikan beliau muncul karena melihat peluang pasar mocaf yang semakin luas sebagai alternatif tepung terigu yang lebih sehat. Beliau secara khusus meminta bantuan mahasiswa untuk mendapatkan enzim mocaf yang sebelumnya telah dikembangkan di Desa Purwodadi. Harapannya, enzim tersebut dapat segera diujicoba secara mandiri di rumahnya untuk menghasilkan chip mocaf yang berkualitas tinggi. Mahasiswa merespons permintaan tersebut dengan antusias sebagai bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif Bapak Parto yang sangat proaktif. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat industrialisasi mulai tumbuh dari kesadaran pengusaha lokal yang ingin terus berkembang.
Melihat ketersediaan alat di rumah Bapak Parto yang hampir komplit, mahasiswa menilai lokasi ini sangat potensial sebagai tempat produksi. Peralatan pengolahan kripik yang sudah ada dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses perajangan dan pengeringan singkong secara efisien. Mahasiswa langsung melakukan pengecekan terhadap sarana pendukung guna memastikan proses fermentasi kelak dapat berjalan sesuai standar. Kesiapan infrastruktur di tingkat mandiri seperti ini menjadi modal utama dalam mewujudkan rantai pasok industri yang berkelanjutan. Mahasiswa memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan Bapak Parto dalam mengumpulkan alat-alat produksi secara bertahap selama menjalankan usahanya. Sinergi antara alat yang memadai dan sentuhan teknologi enzim diyakini akan mempercepat transisi menuju produksi mocaf yang lebih profesional. Keberadaan enzim dari Purwodadi menjadi pelengkap penting bagi kesiapan Bapak Parto dalam memproduksi chip mocaf secara mandiri.

Tidak hanya memberikan enzim, mahasiswa juga melaksanakan sesi pengarahan teknis yang mendalam mengenai prosedur pembuatan chip mocaf. Penjelasan dimulai dari pemilihan jenis singkong yang tepat hingga metode fermentasi yang akurat menggunakan enzim tersebut. Mahasiswa menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama proses produksi agar chip yang dihasilkan tidak berbau dan berwarna cerah. Bapak Parto diberikan pemahaman bahwa kualitas chip akan sangat menentukan tekstur akhir dari tepung mocaf yang dihasilkan nanti. Pengarahan dilakukan secara detail agar setiap tahapan teknis dapat dipahami dengan baik oleh beliau selaku praktisi lapangan. Diskusi interaktif terjadi saat Bapak Parto menanyakan detail waktu perendaman yang paling optimal untuk skala produksi rumahan. Mahasiswa berusaha menjawab setiap pertanyaan dengan dasar ilmiah yang telah mereka peroleh selama masa pembekalan KKN.
Sebagai bentuk komitmen pendampingan, mahasiswa juga memberikan catatan tertulis yang berisi panduan lengkap pengerjaan chip mocaf kepada Bapak Parto. Catatan ini dirancang sesederhana mungkin agar mudah dipahami dan bisa dijadikan rujukan utama saat beliau mulai berproduksi. Di dalam panduan tersebut, tertera langkah-langkah praktis mulai dari pengupasan, dosis enzim, hingga indikator keberhasilan fermentasi. Mahasiswa menyadari bahwa bimbingan lisan saja tidak cukup untuk menjamin keberlanjutan produksi tanpa adanya dokumentasi yang jelas. Dengan adanya panduan tertulis, Bapak Parto memiliki pedoman baku yang dapat meminimalisir kesalahan teknis saat melakukan uji coba. Dokumentasi teknis ini diharapkan menjadi pegangan berharga bagi beliau dalam mengembangkan unit usaha mocaf di masa depan. Langkah ini merupakan strategi edukasi berkelanjutan yang menjadi fokus utama dalam program KKN Tematik Universitas Lampung.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program KKN Tematik yang diamanahkan untuk menyongsong industrialisasi mocaf di Kecamatan Adiluwih. Fokus utama program ini adalah mengubah cara pandang masyarakat dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Setiap langkah kecil yang dilakukan mahasiswa di kediaman Bapak Parto diharapkan membawa dampak bagi ekosistem industri pekon. Kolaborasi dalam penyaluran enzim ini menunjukkan adanya konektivitas yang kuat untuk memajukan perekonomian wilayah secara kolektif. Industrialisasi mocaf bukan hanya soal pabrik besar, tetapi tentang kesiapan pelaku usaha mikro dalam mengadopsi teknologi baru. Mahasiswa berperan sebagai jembatan ilmu pengetahuan untuk mentransfer teknologi tepat guna langsung ke tangan praktisi di lapangan. Semangat ini sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi singkong yang sangat melimpah di wilayah ini.

Di penghujung kegiatan, mahasiswa merasa optimis bahwa Bapak Parto akan menjadi pionir penggerak industri mocaf di Pekon Tritunggal Mulya. Beliau kini telah memiliki bekal pengetahuan, catatan panduan, serta bahan baku enzim untuk memulai eksperimen produksi pertamanya. Keberhasilan uji coba di rumah Bapak Parto akan menjadi bukti nyata bahwa inovasi mocaf sangat aplikatif untuk dikembangkan. Mahasiswa berjanji akan terus memantau perkembangan proses pembuatan chip tersebut secara berkala hingga mencapai kualitas standar industri. Sinergi yang terjalin sore itu menjadi fondasi kuat bagi terciptanya kemandirian ekonomi melalui optimalisasi potensi singkong lokal. Dengan dukungan peralatan yang sudah ada dan pendampingan yang intensif, visi industrialisasi kini selangkah lebih dekat untuk diwujudkan. Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama Bapak Parto sebagai simbol kemitraan antara mahasiswa dan pelaku usaha desa.
