Bandar Lampung, 4 Februari 2026 — Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan terus digencarkan melalui kegiatan Sosialisasi Koperasi Merah Putih yang dilaksanakan di Lapangan Masjid Jami’ Al Mabrur pada Rabu/4 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur perangkat wilayah yang antusias mengikuti jalannya acara.
Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber dari kalangan akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (UNILA), yaitu:
- Bpk. Fery Triatmojo, S.AN., M.PA.
- Bpk. Vincensius Soma Ferrer, S.A.N., M.Si.
- Bpk. Dr. Kussuyatmono Bagus Wardianto, M.AB.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari panitia penyelenggara yang menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai peran strategis koperasi, khususnya Koperasi Merah Putih, dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bersama.
Pengenalan Koperasi Merah Putih
Materi pertama disampaikan oleh Bpk. Fery Triatmojo, S.AN., M.PA. yang memaparkan pengenalan dasar mengenai Koperasi Merah Putih. Dalam penjelasannya, beliau menyoroti sejarah, landasan hukum, serta nilai-nilai gotong royong yang menjadi fondasi utama koperasi di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih hadir sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mengedepankan prinsip kekeluargaan, partisipasi anggota, serta pemerataan hasil usaha.
“Koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat yang dikelola dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota,” jelasnya di hadapan peserta.

Pengelolaan Koperasi yang Profesional
Selanjutnya, Bpk. Vincensius Soma Ferrer, S.A.N., M.Si. menyampaikan materi terkait pengelolaan Koperasi Merah Putih yang efektif dan profesional. Ia menjelaskan struktur organisasi koperasi, tugas dan fungsi pengurus serta pengawas, hingga pentingnya tata kelola kelembagaan yang transparan.
Menurutnya, keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas manajemen, komitmen anggota, serta kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Pengelolaan koperasi harus berbasis akuntabilitas dan partisipasi aktif anggota. Rapat Anggota Tahunan (RAT) menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan koperasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi usaha koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi lokal maupun peluang pasar yang ada.
Pengelolaan Keuangan yang Sehat
Materi ketiga disampaikan oleh Bpk. Dr. Kussuyatmono Bagus Wardianto, M.AB. yang membahas pengelolaan keuangan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Dalam paparannya, ia menguraikan prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan koperasi, mulai dari pencatatan transaksi, penyusunan laporan keuangan, hingga pengawasan arus kas.
Ia menekankan bahwa transparansi dan disiplin administrasi keuangan merupakan kunci menjaga kepercayaan anggota.
“Keuangan koperasi harus dikelola secara profesional, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan laporan keuangan yang sehat, koperasi akan lebih mudah berkembang dan dipercaya,” tegasnya.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU), perencanaan modal, serta mitigasi risiko keuangan koperasi.

Antusiasme dan Harapan
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi terkait pembentukan, pengembangan usaha, hingga permasalahan yang dihadapi koperasi di lingkungan mereka.
Panitia penyelenggara menyampaikan harapan agar melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami manfaat Koperasi Merah Putih serta terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan dan pengembangannya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Koperasi Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang kuat, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
