
Pada hari Senin, 02 Februari 2026, Mahasiswa KKN UNILA PERIODE I MARGA KAYA ini telah dilaksanakan kegiatan kunjungan ke pabrik pengolahan kopi milik UMKM yang dikelola oleh Bapak Ujang, sekaligus kegiatan pendampingan awal pembuatan website UMKM sebagai upaya mendukung pengembangan pemasaran produk kopi. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan mengenai proses pengolahan kopi dari hulu ke hilir serta mengidentifikasi potensi dan kendala UMKM dalam aspek produksi dan pemasaran digital.
Kunjungan diawali dengan pemaparan singkat dari Bapak Ujang mengenai sejarah usaha kopi yang telah dirintis sejak tahun 2012 hingga sekarang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan proses pengadaan bahan baku kopi yang sebagian besar berasal dari wilayah Tanggamus. Pengambilan kopi tidak dilakukan dari wilayah Lampung lainnya karena kadar air kopi di daerah tersebut relatif lebih tinggi, sehingga kurang sesuai untuk proses pengolahan yang dilakukan di pabrik.

Selanjutnya, dijelaskan pula proses distribusi kopi yang dilakukan oleh UMKM ini. Setiap pengiriman berkisar antara 5 hingga 7 truk, namun muatan tersebut bukan sepenuhnya kopi, melainkan campuran dengan barang lain untuk pengiriman ke pasar dan warung. Hal ini dilakukan sebagai strategi efisiensi distribusi. Pemasaran produk kopi saat ini masih berfokus di wilayah Lampung dengan sasaran utama pasar tradisional dan warung.
Dalam kegiatan ini juga dibahas proses produksi kopi, mulai dari pengeringan hingga penyimpanan. Kopi kering dapat disimpan hingga satu tahun, sedangkan penyimpanan lebih dari satu tahun berpotensi menyebabkan munculnya kutu pada kopi. Proses pengolahan kopi di pabrik masih menggunakan sistem semi mesin, dengan bantuan alat berupa oven untuk proses pengeringan.
Selain kunjungan produksi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terkait rencana pembuatan website UMKM sebagai sarana pemasaran digital. Website ini diharapkan dapat menjadi media promosi produk kopi agar jangkauan pemasaran tidak hanya terbatas di wilayah Lampung, namun dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Namun demikian, terdapat kendala utama berupa keterbatasan biaya dan pemantauan dalam pemasaran ke luar kota.
Kegiatan kunjungan dan diskusi ini berlangsung dengan lancar dan memberikan gambaran nyata mengenai kondisi UMKM kopi, baik dari sisi produksi maupun pemasaran. Diharapkan melalui pendampingan pembuatan website UMKM, usaha kopi yang dikelola Bapak Ujang dapat berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik di masa mendatang.
