Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bilateral Kelompok 91 melaksanakan program inovatif berupa pembangunan rocket stove sebagai solusi pembakaran sampah yang ramah lingkungan dan minim asap. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan sampah serta upaya penerapan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Proses pembuatan rocket stove diawali dengan tahap perencanaan dan desain. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan perhitungan dimensi serta pemilihan material yang sesuai agar alat yang dibangun memiliki daya tahan yang baik dan mampu bekerja secara optimal. Material yang digunakan dipilih berdasarkan ketersediaan di lingkungan sekitar sehingga mudah direplikasi oleh masyarakat.
Setelah tahap desain selesai, kegiatan dilanjutkan dengan persiapan lahan. Mahasiswa menggali tanah sedalam kurang lebih 20 cm sebagai dasar konstruksi rocket stove. Penggalian ini bertujuan untuk menjaga kestabilan struktur sekaligus meningkatkan efisiensi pembakaran. Selanjutnya, pembangunan rocket stove dilakukan secara bertahap sesuai dengan desain yang telah direncanakan, mulai dari saluran masuk bahan bakar hingga ruang pembakaran.
Rocket stove ini bekerja dengan prinsip pemisahan antara sumber api dan sampah yang dibakar. Sampah dipanggang di atas api, bukan dibakar langsung di dalam nyala api. Dengan sistem tersebut, proses pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga asap yang dihasilkan dapat diminimalkan. Bahan bakar yang digunakan berupa kayu bakar, sama seperti proses memasak secara tradisional, sehingga mudah diterapkan dan tidak memerlukan energi tambahan.
Setelah pembangunan selesai, kegiatan ditutup dengan peresmian rocket stove yang dihadiri oleh mahasiswa KKN dan perwakilan perangkat desa. Melalui program ini, mahasiswa KKN Bilateral Kelompok 91 berharap rocket stove dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman bagi lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya teknologi sederhana yang tepat guna.
