Kelompok KKN Tematik integrasi antara Universitas Lampung (Unila) dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kelompok 91 baru saja melaksanakan program kerja unggulan di Desa Curug Agung. Kegiatan yang berfokus pada pelestarian lingkungan ini diwujudkan melalui pembagian ratusan bibit pohon produktif kepada masyarakat setempat secara gratis. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai tepat pada pukul 16.00 WIB dengan mengambil lokasi utama di balai Desa Curug Agung, Kecamatan Baros. Seluruh mahasiswa nampak antusias dalam menyambut kedatangan warga yang ingin berpartisipasi dalam agenda penghijauan desa tersebut. Program ini dirancang sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap ketahanan pangan dan kelestarian alam di wilayah pengabdian. Kehadiran mahasiswa dari dua universitas besar ini memberikan warna tersendiri dalam dinamika sosial di Desa Curug Agung. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara akademisi dengan kebutuhan riil masyarakat pedesaan.
Keberhasilan agenda ini tidak lepas dari dukungan penuh yang diberikan oleh instansi pemerintah terkait di wilayah Provinsi Banten. Bibit-bibit yang dibagikan merupakan kontribusi nyata dari Dinas Pertanian Provinsi Banten serta Dinas Pertanian Kabupaten Serang yang peduli terhadap potensi lokal. Mahasiswa kelompok 91 berperan sebagai fasilitator yang menjembatani distribusi bantuan pemerintah agar tepat sasaran kepada warga desa. Kerja sama lintas sektoral ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah. Dinas Pertanian memberikan kepercayaan kepada mahasiswa untuk mengelola pembagian ini karena kedekatan emosional yang telah terbangun selama masa KKN. Setiap bibit yang diserahkan telah melalui proses seleksi kualitas agar dapat tumbuh maksimal di lahan milik warga. Dukungan logistik dari dinas sangat membantu kelancaran operasional kegiatan di lapangan tanpa hambatan berarti. Hal ini membuktikan bahwa program KKN dapat menjadi sarana efektif dalam mengimplementasikan kebijakan pemerintah di tingkat akar rumput.
Jenis bibit yang dibagikan pada sore hari itu sangat beragam dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi bagi warga. Beberapa jenis bibit buah unggulan yang menjadi primadona dalam kegiatan ini antara lain adalah bibit pohon rambutan dan jambu air. Selain itu, mahasiswa juga membagikan bibit jambu biji serta alpukat yang dikenal sangat cocok dengan kondisi iklim di Kecamatan Baros. Keempat jenis tanaman tersebut dipilih karena masa panennya yang relatif stabil dan memiliki pangsa pasar yang luas. Warga terlihat sangat senang saat menerima bibit alpukat yang diprediksi akan menjadi komoditas unggul di masa depan. Pemilihan bibit buah-buahan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekologis, tetapi juga manfaat finansial nantinya. Tanaman produktif seperti ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Kelompok 91 memastikan bahwa setiap keluarga mendapatkan variasi bibit yang berbeda untuk memperkaya biodiversitas di lingkungan mereka.
Suasana di lokasi kegiatan pada pukul 4 sore tersebut nampak sangat ramai namun tetap tertib sesuai dengan arahan mahasiswa. Masyarakat Desa Curug Agung berbondong-bondong datang ke lokasi dengan membawa semangat untuk menanam pohon di lahan mereka masing-masing. Mahasiswa semester 6 yang bertugas di lapangan dengan sigap mengatur antrean agar proses pembagian berjalan dengan efektif dan efisien. Penjelasan singkat mengenai tata cara penanaman juga diberikan kepada warga agar bibit tersebut tidak layu setelah dibawa pulang. Interaksi yang hangat antara mahasiswa Unila, Untirta, dan penduduk desa menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu kental. Banyak warga yang mengapresiasi inisiatif ini karena mereka memang membutuhkan bibit berkualitas untuk merevitalisasi lahan pertanian mereka. Kehadiran perangkat desa juga menambah kewibawaan acara yang berlangsung di bawah langit sore Kecamatan Baros tersebut. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan melalui aksi sederhana yang berdampak besar.
Kegiatan pembagian bibit ini merupakan salah satu dari rangkaian program kerja besar yang telah disusun oleh kelompok 91 selama masa KKN. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kami menyadari bahwa keberadaan kami di Desa Curug Agung harus meninggalkan jejak manfaat yang permanen. Program penghijauan ini diharapkan mampu mengurangi dampak pemanasan global di tingkat lokal secara perlahan namun pasti. Selain manfaat lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dengan konstituen di lokasi pengabdian. Kami berusaha memberikan dedikasi terbaik melalui ilmu dan tenaga yang kami miliki selama berada di Kecamatan Baros. Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab masing-masing untuk memastikan acara berlangsung sesuai dengan rencana kerja yang telah disepakati. Kepuasan warga saat membawa pulang bibit menjadi motivasi tambahan bagi kami untuk terus berinovasi dalam program selanjutnya. Kami percaya bahwa setiap pohon yang ditanam hari ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang di desa ini.
Dinas Pertanian Kabupaten Serang berharap agar bibit yang telah diberikan dapat dirawat dengan baik hingga mencapai masa produktifnya. Pihak dinas juga menekankan pentingnya pengawasan pasca-tanam agar angka keberhasilan tumbuh bibit tersebut tetap tinggi di lapangan. Mahasiswa kelompok 91 berkomitmen untuk melakukan monitoring secara berkala selama sisa waktu masa KKN mereka di desa. Kami akan memberikan edukasi tambahan mengenai pemupukan organik dan teknik pemangkasan yang benar kepada para petani lokal. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan oleh pemerintah tidak terbuang sia-sia akibat kurangnya pengetahuan teknis perawatan. Sinergi antara ilmu teori dari kampus dan praktik langsung di ladang menjadi pengalaman berharga bagi setiap mahasiswa. Keberlanjutan program adalah kunci utama dalam setiap kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Melalui pendampingan ini, kami berharap tingkat produktivitas lahan di Desa Curug Agung dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Sebagai penutup, kegiatan pembagian bibit ini berakhir dengan lancar sebelum matahari terbenam di ufuk barat Kecamatan Baros. Seluruh anggota kelompok 91 Unila dan Untirta merasa bersyukur atas kelancaran acara yang melibatkan banyak pihak ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Curug Agung atas izin dan bantuan fasilitas yang telah diberikan selama ini. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Dinas Pertanian atas kepercayaan dalam menyalurkan bantuan bibit buah-buahan tersebut. Dokumentasi kegiatan telah kami susun sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban kepada pihak universitas dan instansi terkait lainnya. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk transformasi hijau di wilayah Kabupaten Serang secara keseluruhan. Kami berharap semangat menanam ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan terus berlanjut menjadi budaya masyarakat. Pengabdian ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami emban sebagai mahasiswa semester enam.
